Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

» » » » » UNM Bebaskan UKT Mahasiswa S1, S2, dan S3 Asal Sulbar yang Terdampak Bencana


Asnawin Aminuddin 4:33 PM 0

 

BEBAS UKT. Rektor UNM Prof Husain Syam (ketiga dari kiri), didampingi Wakil Rektor I Prof Hasnawi Haris (kedua dari kanan), Wakil Rektor II Dr Karta Jayadi (kedua dari kiri), Wakil Rektor III Dr Sukardi Weda (paling kiri) dan Wakil Rektor IV Dr M Ichsan Ali, memberikan keterangan dalam jumpa wartawan di Rumah Jabatan Rektor UNM, Jl Bonto Langkasa, Makassar, Ahad, 17 Januari 2021. (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA).



------------

Senin, 18 Januari 2021

 

 

UNM Bebaskan UKT Mahasiswa S1, S2, dan S3 Asal Sulbar yang Terdampak Bencana

 

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Universitas Negeri Makassar (UNM) membebaskan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa program sarjana (S1), program magister (S2), dan program doktoral (S3) asal Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) yang terdampak bencana gempa.

“Yang sudah terlanjur bayar UKT, kita kembalikan uangnya,” kata Rektor UNM Prof Husain Syam, dalam jumpa wartawan di Rumah Jabatan Rektor UNM, Jl Bonto Langkasa, Makassar, Ahad, 17 Januari 2021.

Kebijakan itu dituangkan dalam Surat Keputusan Rektor UNM Nomor 118/UN36/HK/2021, tentang Pemberian Bantuan Bagi Mahasiswa UNM Korban Bencana Alam Sulawesi Barat Berupa Pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada Semester Genap TA 2020/2021.

“Ide ini saya sampaikan ke grup (WhatsApp) Rektor PTN se-Indonesia, grup Kementerian (Kemdikbud RI), dan beberapa grup lainnya, dan mereka memberikan apresiasi,” kata Husain Syam.

Dalam jumpa wartawan itu, Husain Syam didampingi empat Wakil Rektor, yakni Wakil Rektor I Prof Hasnawi Haris, Wakil Rektor II Dr Karta jayadi, Wakil Rektor III Dr Sukardi Weda, Wakil Rektor IV Dr M Ichsan Ali, serta Kepala Humas UNM Dr Burhanuddin.

Selain membebaskan Uang Kuliah Tunggal (UKT), kata Husain, UNM juga akan mengirimkan bantuan kemanusiaan, serta mendirikan posko kemanusian pada daerah bencana di Sulbar, khususnya di daerah pengungsian Tapalang (sebanyak kurang lebih 3.200 pengungsi), dan Tapalang Barat (sebanyak kurang lebih 5.000 pengungsi). (ima)


«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply