Bocah-bocah Mandi-mandi di Sungai di Jeneponto

Beberapa bocah mandi-mandi di Dusun Balla Rompong 2, Desa Batujala, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Mereka mandi dengan penuh keceriaan. Mereka bermain air, bercanda, tertawa lepas, tanpa beban apa pun. (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)    


----

PEDOMAN KARYA

Rabu, 17 Maret 2021

 

Bocah-bocah Mandi-mandi di Sungai di Jeneponto

 

Rabu, 17 Maret 2021, saya berkunjung ke Kabupaten Jeneponto dengan menunggang sepeda motor dari Kabupaten Gowa. Jaraknya kurang lebih 70 kilometer. Perjalanan itu kami tempuh berdua, saya berboncengan dengan istri, menyusuri jalanan yang sesekali menanjak, berkelok, dan menghadirkan pemandangan khas pedesaan Sulawesi Selatan.

Tujuan kami adalah rumah seorang teman di Dusun Balla Rompong 2, Desa Batujala, Kecamatan Bontoramba. Desa Batujala terletak di kawasan pegunungan.


Dari jalan poros provinsi, kami harus berbelok ke kiri dan menempuh perjalanan sekitar tujuh atau delapan kilometer lagi. Jalanan kecil membawa kami perlahan menjauh dari hiruk-pikuk, seolah memasuki ruang lain yang lebih sunyi dan bersahaja.

Suasana perkampungan begitu terasa. Asri dan alami. Di sana masih banyak berdiri rumah kayu dan rumah panggung, termasuk rumah teman yang kami kunjungi. Pepohonan tinggi tumbuh rapat, sementara kebun-kebun warga membentang di sekelilingnya, memberi kesan hijau yang menenangkan mata dan menyejukkan perasaan.


Saat berada di rumah teman, saya iseng berjalan mengikuti arah suara gemericik air yang samar-samar terdengar. Rasa penasaran membawa langkah saya menjauh sejenak dari rumah. Ternyata, sekitar seratus meter dari sana, mengalir sebuah sungai kecil dengan arus air yang cukup deras, jernih, dan hidup.

Setibanya di tepi sungai itu, kegembiraan langsung menyergap saya. Belasan bocah tampak mandi-mandi dengan penuh keceriaan. Mereka bermain air, bercanda, tertawa lepas, tanpa beban apa pun.

Beberapa bocah laki-laki bahkan mandi tanpa mengenakan baju dan celana sama sekali, seolah menyatu sepenuhnya dengan alam. Pemandangan itu menghadirkan nostalgia masa kecil—tentang kebahagiaan sederhana yang lahir dari alam, air sungai, dan tawa yang jujur. (asnawin aminuddin)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama