Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

» » » » » Kelong Pendidikan Religius (12): Antei Kamma, Adaka Anrinni Mae


Pedoman Karya 3:37 PM 0


“Lampapa nai’ riballa’, ku’kuta’nang pangngatorang; antei kamma, adaka anrinni mae.”

Arti bebasnya: “Sebagai tamu, begitu menginjakkan kaki naik, masuk ke rumah di luar kampung, ucapan pertamanya adalah bertanya tentang aturan dan adat-istiadat yang berlaku di daerah setempat.” (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)



---------

PEDOMAN KARYA

Senin, 17 Mei 2021

 

Kelong Pendidikan Religius (12):

 

 

Antei Kamma, Adaka Anrinni Mae

 

 

Oleh: Bahaking Rama

(Guru Besar Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar)

 

Dimana Bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Manusia diciptaakan bersuku-suku barbangsa-bangsa untuk saling kenal-mengenal. Setiap etnis, suku-bangsa memiliki tradisi, adat-istiadat, budaya, dan peradabannya masing-masing.

Aturan dan adat-istiadat setiap suku-bangsa sangat dihormati sebagai etika, akhlak dalam kehidupan sosial masyarakat. Penghormatan kepada adat suatu suku-bangsa menjadi perhatian penuh dan sangat penting diketahui oleh suku bangsa lain.

Itulah sebabnya, para leluhur mewariskan kepada anak cucunya supaya menghargai adat-istiadat dan budaya bangsa lain, melalui Kelong;

“Lampapa nai’ riballa’, ku’kuta’nang pangngatorang; antei kamma, adaka anrinni mae.”

Arti bebasnya: “Sebagai tamu, begitu menginjakkan kaki naik, masuk ke rumah di luar kampung, ucapan pertamanya adalah bertanya tentang aturan dan adat-istiadat yang berlaku di daerah setempat.”

Para tamu, transmigran, imigran, ataupun muhajirin, sangat perlu memahami dan menghormati aturan dan adat-istiadat suku-bangsa dimana ia bertamu atau bermukim. Dimana bumi dipijak, disitu langit harus dijunjung.

Ketidak-pahaman dan pelanggaran pada aturan dan adat-istiadat pada suku-bangsa lain, akan menyebabkan terjadinya ketersinggungan sosial, karena dicap sombong, dan menghina martabat kemanusiaan.

Pada level ini, hubungan persahabatan bisa retak, bahkan putus dan terjadi perpecahan satu dengan lainnya. Baik perpecahan antar-personal, antar-etnis-suku, maupun antar-bangsa.

Menghormati adat-istiadat orang lain adalah menunjukkan kemuliaan sikap seseorang. Tahu-kenali dan hormatilah adat-istiadat, budaya orang, sebagai implikasi dari menghormati adat-istiadat dan budaya sendiri. Semoga, Aamiin YRA.

 

Pao-Pao, Gowa, Rabu, 05 Mei 2021


«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply