Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Blog Archive

Food

3/Food/feat-list

Music

4/Music/grid-big

Nature

3/Nature/grid-small

Fashion

3/Fashion/grid-small

Text Widget

Contact Form

PEDOMAN KARYA

Sports

3/Sports/col-left

Technology

3/Technology/col-right

Pages

Recent in Sports

3/Sports/post-list

Random Posts

3/random/post-list

Subscribe Us

Business

Business/feat-big
PEDOMAN KARYA

Recent Posts

Education/hot-posts

Sosok

» » » » » Takalar Belum Raih WTP Karena Tak Lakukan Penertiban Aset


Pedoman Karya 12:10 AM 0

CEK FISIK. Sekda Takalar, Arsyad Taba (menunjuk) memimpin langsung pengecekan fisik kendaraan dinas roda dua dan roda empat, serta inventaris kantor yang dijejerkan di Lapangan Apel dan Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Kamis, 15 April 2021. (ist)


 



--------

Senin, 03 Mei 2021

 

 

Takalar Belum Raih WTP Karena Tak Lakukan Penertiban Aset

 


TAKALAR, (PEDOMAN KARYA). Pemerintah Kabupaten Takalar belum menerima predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) karena Pemkab Takalar tidak melakukan penertiban aset.

Sehubungan dengan itulah, Pemkab Takalar kini melakukan penertiban aset dan pengecekan aset bergerak dan aset tidak bergerak milik Pemkab dipimpin langsung Sekda Takalar, Arsyad Taba.

Cek fisik meliputi kendaraan dinas roda dua dan roda empat, serta inventaris kantor yang dijejerkan di Lapangan Apel dan Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Kamis, 15 April 2021.

“Pengecekan fisik dilakukan sebagai tindak lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK. Ini warisan dari puluhan tahun lalu dan selalu menjadi temuan BPK. Ini juga yang menjadi salah satu indikator kita tidak meraih WTP, karena selama ini tidak ada penertiban aset. Kita mulai pengecekan dari lingkup sekretariat, kemudian ke dinas-dinas,” jelas Arsyad Taba, kepada wartawan saat melakukan pengecekan lapangan.

Dari hasil pengecekan fisik yang akan melibatkan BPK, katanya, tidak menutup kemungkinan ada pengurangan aset, yang selama ini masih tercatat tapi secara fisik sudah tidak layak pakai.

Untuk diketahui pada tahun 2018 yang lalu, capaian penataan aset hanya sekitar 32 persen. Pada tahun 2019-2020 capaian penataan aset hingga 72 persen. Dan pada tahun 2021 capaian penataan aset ditargetkan bisa mencapai  80 persen.

“Tidak menutup kemungkinan kita akan melibatkan BPH dalam tim inventarisasi yang nantinya dibentuk. Ini untuk berjaga-jaga jikalau ada aset yang dikuasai oleh pihak tertentu yang sudah tidak berhak dan tidak mau mengembalikan ke pemerintah daerah. Tim inventarisasi kita bentuk jika sudah diketahui hasil verifikasi penataan aset ini,” tandas Arsyad.

Setelah melakukan penataan aset, Arsyad berharap predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dapat diraih oleh Pemerintah Kabupaten Takalar. (Hasdar Sikki) 

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply