Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

» » » » » Janganlaloki Langsung Percaya Sama Janji-janji dan Promosi-promosi


Pedoman Karya 2:09 AM 0

“Lewatka’ di pasar, ada di situ warung ikan bakar. Di luar ada banner na tertulis Rp10.000, jadi langsungka singgah, karena kebetulan masih adaji uangku’ Rp20.000,” kata Daeng Nappa’.






---------- 

PEDOMAN KARYA

Selasa, 28 Sptember 2021

 

Obrolan Daeng Tompo’ dan Daeng Nappa’:

                      

 

Janganlaloki Langsung Percaya Sama Janji-janji dan Promosi-promosi

 

 

“Janganlaloki langsung percaya sama janji-janji dan promosi-promosi,” kata Daeng Nappa’ kepada Daeng Tompo’ saat ngopi sore di warkop checkpoint.

“Janji-janji apa dulu?” tanya Daeng Tompo’ sambil tersenyum.

“Pokoknya janji-janji apa saja, apalagi kalau janji politik,” kata Daeng Nappa’.

“Apakah ini masalahta’? Jangan sampai adaseng pengalaman burukta’? tanya Daeng Tompo’.

“Sebenarnya sudah banyak pengalaman burukta’ to? Tapi tadi saya tertipuka’ lagi,” ungkap Daeng Nappa’.

“Tertipu kenapaki?” tanya Daeng Tompo’.

“Tadi siang lapar sekalika’ kurasa, karena belumpa’ makan sejak pagi,” kata Daeng Nappa’.

“Terus,” potong Daeng Tompo’.

“Lewatka’ di pasar, ada di situ warung ikan bakar. Di luar ada banner na tertulis Rp10.000, jadi langsungka singgah, karena kebetulan masih adaji uangku’ Rp20.000,” kata Daeng Nappa’.

“Terus,” potong Daeng Tompo’.

“Jadi saya langsung pesan ikan bakar, terus nahidangkanmi ikan bakar, ekorna, dan dua piring nasi porsi kecil. Kuperkirakangi,tiga porsi pi nasi’na baru kenyangka, karena sedikit sekali nasi’na satu piring. Terus nahidangkan juga satu mangkok kecil sup tanpa daging,” tutur Daeng Nappa’.

“Terus,” potong Daeng Tompo’.

“Selesai makan, saya bayarmi pakai uang Rp20.000, tapi Rp2.000 ji nakembalikan,” lanjut Daeng Nappa’.

“Saya kira Rp10.000 ji?” tanya Daeng Tompo’.

“Itumi juga pertanyaanku sama penjualna. Dia bilang, ikan bakar Rp10.000, nasi dua piring Rp6.000, dan satu aqua gelas Rp2.000, jadi semuanya Rp18.000,” rinci Daeng Nappa’.

“Oh, jadi yang Rp10.000 itu baru ikan bakarna?” tanya Daeng Tompo’.

“Iye’, begitu juga pertanyaanku’ sama penjualna. Makanya saya merasa tertipu dengan promosina. Kukira harga Rp10.000 itu sudah termasukmi nasi’ dan sup tanpa dagingnya, padahal belumpi padeng,” tutur Daeng Nappa’ sambil tersenyum.

“Mungkin kita’ itu orang ke sekian yang merasa tertipu,” kata Daeng Tompo’ sambil tertawa dan keduanya pun tertawa-tawa. (asnawin)

 

Selasa, 28 September 2021

#TettaTompo

 

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply