Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

» » » » » » Tenri Palallo dan Pantja Nur Wahidin Baca Puisi pada Hari Ibu di SD Hang Tuah Makassar


Pedoman Karya 2:02 AM 0

BACA PUISI. Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Tenri A Palallo, dan Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kota Makassar, Dr Pantja Nur Wahidin, turut membaca puisi pada Peringatan Hari Ibu, di Gedung Salemo, Makassar, Rabu, 22 Desember 2021. 




------ 

Kamis, 23 Desember 2021

 

 

Tenri Palallo dan Pantja Nur Wahidin Baca Puisi pada Hari Ibu di SD Hang Tuah Makassar

 


MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Gelaran pentas puisi untuk ibu, disajikan SD Hang Tuah Makassar pada peringatan Hari Ibu, di Gedung Salemo, Makassar, Rabu, 22 Desember 2021. Bayangkan, tak cuma siswa yang tampil membaca puisi tapi juga narasumber yang hadir dalam talkshow.

Tiga pembicara, masing-masing, Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Tenri A Palallo, Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kota Makassar, Dr Pantja Nur Wahidin, serta penulis dan penggiat literasi, Rusdin Tompo, juga tampil membaca puisi di hadapan undangan yang terdiri atas siswa, guru, orangtua, dan pengurus Yayasan Hang Tuah Cabang Makassar.

Tenri A Palallo bahkan menciptakan puisi hanya beberapa menit sebelum prosesi peluncuran buku Antologi Puisi “Imajinasi Aksara Anak Negeri”. Puisi yang ditulis di halaman belakang buku itu terinspirasi dari ibunya. Judulnya, “Aku: Ibu dalam Tiga Imajinasi”. Puisi itu lalu dibacakan setelan dia diundang oleh MC acara, Nurhikma SPd.

Pantja Nurwahidin, juga baca puisi di sela-sela dia memberi apresiasi atas terbitnya buku pertama karya murid-murid SD Hang Tuah Makassar.

Puisi yang dibacakan berjudul “Ibu” karya Hasriyansyah, yang terdapat dalam buku “Imajinasi Aksara Anak Negeri”.

Mantan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulawesi Selatan itu, berkisah semasa sekolah dia kerap tampil berdeklamasi. Dia sempat turun dari panggung dan mendekat ke deretan kursi undangan saat membaca puisi.

Rusdin Tompo, penulis beberapa buku puisi, tak langsung menjawab pertanyaan tentang 5W+1H yang disampaikan moderator talkshow, Siti Muthmainnah Massi.

Katanya, soal 5W+1H nanti diberikan dalam pelatihan. Penulis buku yang bergiat di Komunitas Puisi (KoPi) Makassar itu, lebih memilih membaca puisi, sebagai kado untuk para ibu. Dia membaca puisi karyanya berjudul “Kukenali Dirimu, Ibu”, yang diposting di akun instagramnya, tahun 2018.

Peringatan Hari Ibu yang dihelat SD Hang Tuah Makassar memang jadi panggung pertunjukan puisi. Acaranya bertajuk “Peluncuran Buku, Talkshow, dan Pentas Puisi: Persembahan untuk Ibu”. Buku yang di-launching berupa karya murid-murid SD Hang Tuah yang dihimpun dalam antologi bersama, berjudul “Imajinasi Aksara Anak Negeri.”

Kepala SD Hang Tuah Makassar, Arpin SPd MPd, menyebut buku puisi itu sebagai karya orisinil anak-anak, sementara Ketua Pengurus Cabang Makassar Yayasan Hang Tuah, yang diwakili Kepala Bidang Pendidikan (Kabiddik), Kamaruddin, mengingatkan betapa pentingnya imajinasi, karena imajinasi membuat kita kreatif dan produktif.

Anak-anak yang baca puisi tampil penuh penghayatan. Hadirin ikut larut dan terharu dalam larik-larik puisi yang menggambarkan sosok ibu penuh kasih sayang. Dimulai dengan musikalisasi puisi oleh duo Della Raisa Angelika Putri dan Ardana Setya Juang Bahari, lalu puisi tunggal oleh Muhammad Zacky Khaliq.

Masih ada lagi penampilan puisi berantai oleh Ajeng Widya Maharani, Alifah Khumairah Akbar, dan Muh Aidil Adha Azari serta kolaborasi pembacaan puisi oleh Rendi yang dipadukan dengan permainan drum band. Drum band yang dilatih Ilyas Idris ini membawakan dua lagu, masing-masing “Bunda” dan “Kembali ke Sekolah.”

Penampilan tak kalah meriahnya disuguhkan ibu-ibu yang tergabung dalam Paguyuban Orangtua Siswa Peduli Anak (PuSPA). Mereka membawakan lagu "Kemesraan" dan medley lagu daerah “Apuse”, “Ampar-ampar Pisang”, dan “Alosi Ripolo Dua.”

Pada kesempatan itu juga diserahkan piagam penghargaan kepada SD Hang Tuah Makassar, Kepala SD Hang Tuah, Arpin, dan kepada Nurhikma, sebagai guru dan pembina literasi dari Nyalanesia.

Di pengujung acara dilakukan pemotongan tumpeng sebagai tanda peresmian PuSPA. Pemotongan tumpeng oleh Ibu Indar Basri, perwakilan Yayasan Hang Tuah Cabang Makassar, yang diberikan kepada Ibu Ima Karuniawati.

PuSPA merupakan gabungan paguyuban kelas  sebagai bentuk partisipasi orangtua dalam memajukan sekolah. Momen peresmian nama ini selaras dengan tema peringatan Hari Ibu Tahun 2021: Perempuan Berdaya, Indonesia Maju. (rt)

 

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply