Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

» » » » Tokoh Muhammadiyah Sulsel KH Dahlan Yusuf Meninggal Dunia


Pedoman Karya 10:25 AM 0

TOKOH MUHAMMADIYAH Sulsel, KH Dahlan Yusuf, meninggal dunia di RS Bhayangkara, Makassar, Kamis sore, 13 Januari 2022. Mantan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel itu meninggal dunia dalam usia 80 tahun.





------ 

Kamis, 13 Januari 2022

 

 

Tokoh Muhammadiyah Sulsel KH Dahlan Yusuf Meninggal Dunia

 

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Tokoh Muhammadiyah Sulsel, KH Dahlan Yusuf, meninggal dunia di RS Bhayangkara, Makassar, Kamis sore, 13 Januari 2022. Mantan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel itu meninggal dunia dalam usia 80 tahun.

KH Dahlan Yusuf adalah mantan pejabat Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel, mantan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel, mantan pengurus DPP IMMIM, dan pernah pula staf ahli keagamaan Gubernur Sulsel HM Amin Syam, serta cukup lama mengajar sebagai dosen luar biasa di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.

Informasi meninggalnya KH Dahlan Yusuf bermunculan di beberapa grup WhatsApp (WA), khususnya grup-grup Muhammadiyah, grup MUI Sulsel, dan grup-grup Islam lainnya, beberapa saat setelah beliau menghembuskan nafas terakhirnya, yang disertai ucapan duka cita dan do’a untuk almarhum.

Beberapa jam kemudian, beredar suasana di rumah duka almarhum, di Jl Daeng Tata 1, Makassar, disertai keterangan bahwa jenazah almarhum akan dikebumikan di Kabupaten Gowa, Jumat, 14 Januari 2022.

Mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulsel, Abdul Rachmat Noer, membuat tulisan pendek yang disebar di beberapa grup WA, dengan judul, “Pengalaman pribadi saya dengan Kyai Dahlan Yusuf.”

“Saya mengenal beliau ketika saya masih di bangku SMA, yaitu di SMAN 2 Ujung Pandang. Kebetulan saat itu saya menjadi anggota IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah, red) sekaligus pengurus Remaja Masjid SMADA (SMA Negeri 2 Makassar), Kerukunan Remaja Masjid Baitul Rauf yang disingkat Keramat,” kata Rachmat.

Dia mengatakan, pengurus Remaja Masjid Keramat SMAN 2 Makassar rutin mengundang almarhum KH Dahlan Yusuf mengisi pengajian yang diselenggarakan oleh Keramat, baik itu pengajian bulanan maupun pengajian pada bulan Ramadhan.

“Saya hafal alamat rumah beliau, karena seringnya saya menjemput atau menghubungi beliau meminta kesediaan mengisi ceramah pengajian (waktu itu belum ada HP),” tulis Rachmat.

Kyai Dahlan, katanya, adalah tipe ustadz yang tidak pernah menolak permintaan mengisi ceramah sepanjang waktunya lowong.

“Seingat saya, setiap kali saya mendatangi beliau untuk mengisi acara di SMAN 2, beliau selalu menyempatkan waktunya. Saya mengenal beliau sebagai pribadi yang  sangat sederhana, tawadhu dan pembawaannya sangat tenang,” kata Rachmat.

 

Mantan Kakandepag Sinjai 

 

Pengurus Muhammadiyah Sulsel yang juga pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulsel, Ilham Hamid, juga membuat catatan atas meninggalnya KH Dahlan Yusuf, dan menyebarkannya di beberapa grup WA.

“Sulawesi Selatan kehilangan lagi satu sosok ulama, yakni ayahanda Drs. KH Dahlan Yusuf,” tulis Ilham.

Dia mengaku mengenal KH Dahlan Yusuf pertama kali saat almarhum ditugaskan oleh negara menjabat Kakandep (Kepala Kantor Departemen) Agama Kabupaten Sinjai.

“Saat itu usia saya masih SD yang pas juga anak-anak beliau bersekolah di Sinjai. Hampir semua anak-anak beliau adalah teman sepermainanku. Ada Kak Mujahid Dahlan, Mubasyir Dahlan, Muflih Dahlan, dan yang lainnya,” sebut Ilham.

Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) juga mengaku dengan Ibu Muliati, istri dari almarhum KH Dahlan Yusuf.

“Saya juga dekat dengan istri beliau, ibunda Muliati, karena sering sekali panggil saya (untuk) adzan di pengajian Al Hidayah yang dipimpinnya apabila ada acara tarwih keliling,” tutur Ilham.

Ayah dari Ilham, yakni Abdul Hamid, juga dekat dengan almarhum KH Dahlan Yusuf, karena keduanya kebetulan sama-sama ASN di Depag (sekarang Kementerian Agama RI).

“Seingat saya, ayah saya bersama Pak Kiyai Dahlan Yusuf pernah bersama-sama memberantas kemusyrikan, yaitu dengan menebang pohon yang sering dijadikan tempat kemusyrikan di Tui’, Sinjai,” kenang Ilham.

Tentang sosok KH Dahlan Yusuf, dia mengatakan, Kiyai Dahlan Yusuf adalah pribadi yang sangat lembut, sederhana, tawadhu dan berpembawaan sangat tenang.

“Tiap kata yang dia ucapkan senantiasa menyentuh qalbu. Kepada siapa saja beliau bicara, sepertinya mukanya lebih di bawah daripada lawan bicaranya, saking tawadhunya beliau,” kata Ilham. (win)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply