Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

» » » » » » Orang Yahudi Hasut Orang Quraisy Memerangi Rasulullah


Pedoman Karya 5:56 PM 0

“Pasukan kami akan bergabung dengan tuan-tuan untuk menyerang Madinah,”  kata para pemuka Yahudi.

“Bagaimana dengan Yahudi Bani Quraizhah yang masih tinggal di Madinah?” tanya seorang Pembesar Quraisy.

“Mereka tinggal di Madinah sekadar untuk mengelabui Muhammad. Kalau tuan-tuan sudah datang mereka akan bergabung dengan tuan-tuan,” jawab pemuka Yahudi.



-------

PEDOMAN KARYA

Selasa, 05 April 2022

 

Kisah Nabi Muhammad SAW (111):

 

 

Orang Yahudi Hasut Orang Quraisy Memerangi Rasulullah

 

 

Penulis: Abdul Hasan Ali Al-Hasani An-Nadwi

 

Ibu Aisyah berkata, “Berdiri dan berterimakasihlah kepada Rasulullah ﷺ.”

Aisyah menjawab, “Tidak. Demi Allah, aku tidak akan berterima kasih kepada Rasulullah ﷺ, Sebab aku tidak akan memuji siapa pun kecuali Allah. Karena Dia-lah yang menurunkan pembebasanku.”

Sebelum peristiwa itu, Abu Bakar membiayai Masthah karena kekerabatannya dan kemiskinannya. Namun setelah peristiwa itu Abu Bakar berkata, “Demi Allah, saya tidak akan membayarnya lagi karena ucapannya kepada Aisyah.”

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman

 

وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

“Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Surah An-Nur 24:22)

Mendengar firman ini Abu Bakar berkata, “Demi Allah sungguh aku ingin mendapat ampunan Allah.”

Setelah itu ia kembali membiayai Masthah. Sementara itu, Rasulullah ﷺ segera membacakan firman Allah itu kepada kaum muslimin.

Para penyebar fitnah yaitu Masthah bin Utsatsah, Hasan bin Tsabit, dan Hamnah binti Jahsy, dihukum hadd (didera) sebanyak 80 kali cambukan.

 

Yahudi Menghasut

 

Selain orang Quraisy yang menyembah berhala, pihak lain yang paling keras memusuhi kaum muslimin adalah orang Yahudi.

Para pemuka Yahudi Bani Nadhir yang telah terusir tidak tinggal diam dari tempat tinggal mereka yang baru di Khaibar. Mereka mulai melancarkan permusuhan. Rencana baru para Yahudi ini adalah menghasut orang-orang Arab agar memerangi Madinah.

Para pemuka Bani Nadhir datang ke Mekah menemui para Pembesar Quraisy.

“Pasukan kami akan bergabung dengan tuan-tuan untuk menyerang Madinah,”  kata para pemuka Yahudi.

“Bagaimana dengan Yahudi Bani Quraizhah yang masih tinggal di Madinah?” tanya seorang Pembesar Quraisy.

“Mereka tinggal di Madinah sekadar untuk mengelabui Muhammad. Kalau tuan-tuan sudah datang mereka akan bergabung dengan tuan-tuan,” jawab pemuka Yahudi.

Orang-orang Quraisy masih terlihat ragu. Perselisihan mereka dengan Rasulullah ﷺ dimulai karena ajaran Islam mengajak orang menyembah Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى dan melarang bersujud pada berhala. 

Bukankah orang Yahudi juga mengaku bahwa Tuhan mereka adalah Allah? Orang Quraisy ingin mengetahui pendapat Yahudi tentang ajaran Islam.

“Tuan-tuan Yahudi, Tuan-tuan adalah golongan ahli kitab yang mula-mula, lebih dulu dari orang Nasrani dan muslim. Menurut tuan-tuan, siapakah yang lebih baik, agama kami yang menyembah berhala atau agama Muhammad?” tanya pemuka Quraisy.

Seharusnya orang Yahudi menjawab bahwa agama Rasulullah ﷺ lebih baik karena orang Yahudi juga menyembah Allah ﷺ, namun karena kebenciannya yang sangat kepada kaum muslimin orang Yahudi Bani Nadhir menjawab, “Tentu agama tuan-tuan yang lebih baik, sebab tuan-tuan yang lebih benar dari dia,”

Allah menurunkan Firman dalam surat An-Nisa ayat 51-52 yang mengecam pernyataan orang Yahudi itu.

 

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ يُؤْمِنُونَ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ وَيَقُولُونَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا هَٰؤُلَاءِ أَهْدَىٰ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا سَبِيلًا

 

“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Al kitab? Mereka percaya kepada jibt dan thaghut, dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Mekah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman.” (Surah An-Nisa' 4:51)

 

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُ ۖ وَمَنْ يَلْعَنِ اللَّهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ نَصِيرًا

 

“Mereka itulah orang yang dikutuki Allah. Barang siapa yang dikutuki Allah, niscaya kamu sekali-kali tidak akan memperoleh penolong baginya.” (Surah An-Nisa' 4:52)

 

Pasukan Ahzab

 

Setelah itu, para pemuka Yahudi itu pergi berkeliling menemui para pemimpin kabilah Ghatafan, serta semua pihak yang ingin membalas dendam kepada kaum muslimin. Orang-orang Yahudi ini sangat aktif menghimpun dukungan, mereka memuji-muji berhala Quraisy dan menjanjikan bahwa kali ini pasukan muslim pasti akan bisa dihabisi sampai ke akar-akarnya.

Usaha keras ini berhasil. Puncaknya berangkatlah 10.000 orang pasukan gabungan berbagai suku Arab yang memusuhi kaum muslimin. Sebanyak 4.000 orang di antaranya adalah orang-orang Quraisy, selebihnya adalah dari suku-suku Qois Ailan, Banu Fazarah,  Asyja Sulai, Banu Saad, dan lain-lain. (bersambung)


-----

Kisah sebelumnya:

Allah Jelaskan Fitnah yang Disebar Abdullah Bin Ubay Tentang Aisyah  

Aisyah Tertinggal dari Rombongan Pasukan, Abdullah Bin Ubay Sebarkan Fitnah


«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply