Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

» » » Santri Baru Ponpes Al Bayan Hidayatullah Makassar Mulai Masuk Pondok


Pedoman Karya 6:27 AM 0

MASUK PONDOK. Santri baru Pondok Pesantren Al Bayan Hidayatullah Makassar mulai masuk dan mengikuti pendidikan, di Kampus Kawasan Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Ahad, 17 Juli 2022. (ist)
 






-----

Ahad, 17 Juli 2022

 

 

Santri Baru Ponpes Al Bayan Hidayatullah Makassar Mulai Masuk Pondok

 


MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Santri baru Pondok Pesantren Al Bayan Hidayatullah Makassar mulai masuk dan mengikuti pendidikan, di Kampus Kawasan Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Ahad, 17 Juli 2022.

Para santri putra dan putri didampingi orangtua / wali dan keluarga mulai terlihat memadati kampus utama Hidayatullah Makassar itu sejak pagi hingga pukul 16.00 untuk mengikuti proses penerimaan santri baru.

Diawali penyambutan resmi dan sosialisasi oleh Ketua Yayasan Al Bayan Hidayatullah Makassar, Ustadz Suwito Fatah MM, di Masjid Umar Al Faruk.

“Insya Allah mari orangtua, kita bersama-sama mendidik putra-putri kita menjadi mujahid dan mujahidah Islam yang berkarakter Qur’ani,” kata Ustadz Suwito Fatah.

Pada periode PPDB 2022, katanya, terjadi peningkatan jumlah santri baru yang signifikan di Al Bayan Islamic School Ponpes Hidayatullah Makassar. Peningkatan itu seiring komitmen ponpes Al Bayan menerapkan standar mutu pendidiikan integral Hidayatullah dan peningkatan infrastruktur.


Total santri baru Ponpes Al Bayan tahun ini mencapai 300-an santri putra putri yang akan dididik pada unit SMP dan SMA full day, boarding dan tahfizh. Demikian pula pada unit TK dan SD semakin mendapatkan kepercayaan.

Ketua Departemen Tarbiyah Yayasan Al Bayan, Ustadz Muhammad Arfah MPd, menjelaskan, ada lima karakter dasar santri yang ditargetkan terbentuk melalui proses pendidikan di Ponpes Al Bayan Hidayatullah Makassar.

“Insya Allah melalui program dan sistem yang diterapkan diharapkan santri akan miliki aqidah yang benar, berkarakter quranni, giat ibadah, bersemangat berdakwah di jalan Allah dan komitmen berjamaah,” jelas Ustadz Muhammad Arfah.

Pembentukan pertama melalui penerapan kurikulum tiga bulan pertama fokus untuk pendidikan adab, tauhid, pelajaran alquran dan pemahaman kelembagaan.

“Strategi pembentukan karakter tersebut yang paling utama melalui keteladanan hingga pensucian, tajqiyah dari perilaku yang tak sesuai syariat,” rinci Ustadz Muhammad Arfah. (win)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply