Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

» » » Barangsiapa Mengikuti Petunjuk-Ku, Niscaya Tidak Ada Kekhawatiran Atas Mereka


Pedoman Karya 8:24 AM 0

Qulnahbiṭụ min-haa jamī'ā, fa imma ya`tiyannakum minnii hudan fa man tabi'a hudaaya fa laa khaufun 'alaihim wa laa hum yaḥzanụn

Kami berfirman: “Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Surah Al-Baqarah, Ayat 38)
 


-----

PEDOMAN KARYA

Senin, 05 September 2022

 

Surah Al-Baqarah, Ayat 38:

 

 

Barangsiapa Mengikuti Petunjuk-Ku, Niscaya Tidak Ada Kekhawatiran Atas Mereka

 

 


Kami berfirman: “Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Surah Al-Baqarah, Ayat 38)


-----

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

 

Allah berfirman kepada mereka: “Turunlah kalian dari surga, akan datang kepada kalian dan keturunan pengganti kalian wahyu yang mengandung hidayah bagi kalian kepada kebenaran. Barang siapa mengamalkannya maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka berkaitan dengan apa yang akan mereka hadapi di akhirat dan mereka tidak bersedih atas apa-apa yang tidak mereka raih di dunia.”

 

-----

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

 

Kami berfirman kepada mereka, “Turunlah kalian semua dari surga menuju bumi. Jika ada hidayah (petunjuk) yang datang kepadamu melalui utusan-utusan-Ku, maka siapa yang mengikutinya dan beriman kepada utusan-utusan-Ku, niscaya mereka tidak akan dilanda kekhawatiran, dan mereka pun tidak bersedih hati atas kesenangan dunia yang mereka lewatkan.

 

-----

Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

 

Kemudian Allah memerintahkan mereka untuk turun dari surga, dan memberi kabar gembira baginya dan keturunannya bahwa petunjuk menuju kebenaran akan datang kepada mereka, barangsiapa yang mengamalkan petunjuk tersebut niscaya ia tidak akan mengalami ketakutan dan penyesalan.

 

-----

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

 

فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى (Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu)

Yang dimaksud dengan petunjuk adalah kitabullah.

 

فَمَنْ تَبِعَ هُدَايَ (maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku)

Yakni menerima (apa yang ada dalam) kitab tersebut dan mengamalkannya.

 

فَلَا خَوْفٌ (niscaya tidak ada kekhawatiran)

Dan kata (الخوف) kekhawatiran hanya dipakai untuk hal yang akan terjadi di masa depan.

 

-----

Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

 

Allah mengulangi kata menurunkan agar tersambung jelas dengan apa yang disebutkan yaitu firmanNya, “ kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu,” yakni di waktu dan zaman apa pun petunjukKu datang kepadamu wahai sekalian makhluk, berupa seorang Rasul dan sebuah kitab suci yang menunjukkan kalian kepada perkara yang mendekatkan kalian kepada-Ku dan kepada ridha-Ku; maka barangsiapa di antara kalian yang mengikuti petunjuk-Ku, yaitu dengan beriman kepada Rasul-Ku dan kitab-Ku, lalu mengambil petunjuk dari mereka, dan hal tersebut direalisasikan dengan membenarkan segala kabar-kabar para rasul dan kitab-kitab, dan menunaikan perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan (di dalamnya), “niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak pula mereka bersedih hati,” dalam ayat lain “barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku maka dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.” (QS Thaha: 123)

Allah mengimplikasikan bagi orang yang mengikuti petunjuk-Nya empat perkara:

Menghilangkan “kekhawatiran” dan “kesedihan”, dan perbedaan antara keduanya adalah bahwasanya suatu hal yang dibenci apabila telah berlalu, mengakibatkan kesedihan, namun apabila hal itu adalah sesuatu yang ditunggu, maka mengakibatkan kekhawatiran, oleh karena itu Allah menghilangkan kedua hal itu dari orang yang mengikuti petunjuk, lalu apabila kedua hal tersebut telah hilang, niscaya terjadilah yang kebalikan dari keduanya yaitu rasa aman yang sempurna.

Referensi : https://www.tafsirweb.com/326-surat-al-baqarah-ayat-38.html


-----

Ayat sebelumnya:

Allah Menerima Taubat Adam

Adam dan Hawa Dikeluarkan dari Surga 


«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply