Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

» » » » » » Pangdam Hasanuddin dan Bupati Maros Berkunjung ke Ponpes Hidayatullah Tompobulu


Pedoman Karya 6:05 PM 0

PONPES HIDAYATULLAH. Panglima Kodam XIV/Hasanuddin Mayor Jenderal TNI Dr H Totok Imam Santoso, dan Bupati Maros Chaidir Syam, berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Ummul Qura Tahfiz Putra Hidayatulluh, Tompobulu, Pucak, Kabupaten Maros, Sabtu, 01 Oktober 2022. (Foto: Humas Ponpes Hidayatullah)



----

Senin, 03 Oktober 2022

 

 

Pangdam Hasanuddin dan Bupati Maros Berkunjung ke Ponpes Hidayatullah Tompobulu

 


MAROS, (PEDOMAN KARYA). Panglima Kodam XIV/Hasanuddin Mayor Jenderal TNI Dr H Totok Imam Santoso, dan Bupati Maros Chaidir Syam, berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Ummul Qura Tahfiz Putra Hidayatulluh, Tompobulu, Pucak, Kabupaten Maros, Sabtu, 01 Oktober 2022.

Pada kunjungan tersebut, Pangdam Totok Imam Santoso dan Bupati Chaidiri Syam melakukan peletakkan batu pertama pembangunan asrama santri.

Tampak hadir mendampingi dan juga turut melakukan peletakan batu pertama secara simbolis jajaran Pejabat Utama Kodam Hasanuddin, jajaran Pangkotama (Pangdivis 3 Kostrad, Pangkoopsud, dan Danlantamal), Forkopimda Sulsel, dan Forkopinda Maros, termasuk Ketua DPRD Maros.

Ketua Yayasan Al Bayan Hidayatullah Makassar Ustad Suwito Fatah MM, di hadapan jajaran panglima dan pejabat usai shalat magrib di masjid ponpes menjelaskan, pembangunan asrama santri sebagai upaya pihaknya melengkapi fasilitas pondok yang kini dididik 150an santri.

“Antusias masyarakat cukup tinggi mengamanahkan anaknya ke pondok kami, namun dibatasi oleh fasilitas yang belum cukup untuk kebutuhan mereka,” ungkap Suwito.

Asrama santri yang akan diberi nama Asrama Hasanuddin tersebut direncanakan pembangunan dengan konstruksi tiga lantai yang memungkinkan menampung 210 santri.

“Semoga dengan ketersediaan fasilitas yang terus dibangun dengan partisipasi dan bantuan semua pihak, anak-anak kita para santri menjadi para penghafal Qur'an yang turut berpartisipasi membangun dan menjaga NKRI,” kata Suwito.

Hadir pula pada kesempatan tersebut jajaran pengurus Yayasan Al-Bayan Hidayatullah Makassar, Badan Pengelola Pesantren Ummul Qura Hidayatullah Tompobulu, Dirut Wadi Barakah Muaz Yahya dan jajaran direksi, Ketua DPW Hidayatullah Sulsel Ustadz Nashri Bukhari MPd, dan jajaran, serta Kepala Laznah BMH Sulsel Kadir dan jajarannya.


Pada kesempatan yang sama, Mayjen Totok turut memberikan tausiyah motivasi kepada para santri.

Peletakkan batu pertama pembangunan asrama santri tersebut sebagai rangkaian kegiatan Bakti Sosial Program Charity Event Overland Hasanuddin memperingati HUT ke-77 TNI dan National Championship IOF seri 4 di kawasan agrowisata Wadi Barakah Hidayatullah.

“TNI, khususnya kami di Kodam Hasanuddin, mengajak dan membuka diri bersama pesantren mendidik dan mewujudkan cita-cita santri, antara lain melalui program kemanunggalan maupun Secapa Santri Tahfizh,” ungkap Totok.

Menurutnya, menjadi santri sudah tepat, tapi harus menjadi santri benar dengan pemahaman Islam dan implementasinya.

“Santri bisa menjadi seorang jenderal. Asal dari sekarang memperbaiki karakter, ibadah tekun, jalin hubungan sesama, jaga pola hidup dan kondisi fisik serta kesehatannya,” kata Totok.

Ia pun memohon do’a dari pengurus dan santri Hidayatullah agar TNI terus lurus menjaga NKRI.

“Mari kuatkan terus kolaborasi, beri manfaat kepada masyarakat dan mengisi kemerdekaan. Jadilah Islam yang mencintai NKRI yang ber-Pancasila dan sesuai UUD 1945,” kata Totok. (fila)


«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply