Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

» » » » » Agus K Saputra Bikin Buku Puisi “Mencari Rumah Sembunyi” Saat Terpapar Covid-19


Pedoman Karya 2:41 AM 0

MENCARI RUMAH SEMBUNYI. Agus K Saputra memegang buku kumpulan puisinya yang diberi judul “Mencari Rumah Sembunyi”. Buku kumpulan puisi dan musikalisasi tersebut rencananya akan diluncurkan pada November 2022. (ist)






-----

Rabu, 02 November 2022

 

 

Agus K Saputra Bikin Buku Puisi “Mencari Rumah Sembunyi” Saat Terpapar Covid-19

 


MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Terpapar virus corona (Covid-19) dan dirawat di rumah sakit, tidak berarti harus pasrah menghadapi nasib. Justru di saat seperti itulah, kita punya banyak waktu untuk merenung dan menulis. Dan itulah yang dilakukan Agus K Saputra.

Saat dalam perawatan di rumah sakit, Agus memanfaatkan waktu luang tersebut dengan menulis banyak puisi dan puisi-puisi itu kemudian dibukukan dan diberi judul “Mencari Rumah Sembunyi.”

Buku kumpulan puisi dan musikalisasi tersebut rencananya akan diluncurkan pada November 2022. Buku tersebut merupakan buku kelima karya Agus K Saputra.

“Ternyata kita bisa mengubah kesakitan dan ketakutan menjadi sesuatu yang kreatif dan bisa dibaca orang lain sebagai pembelajaran,” ungkap Agus, dalam bincang-bincang dengan penyair Rusdin Tompo, di Makassar, Selasa, 01 November 2022.

Pria kelahiran 14 Agustus 1968, merefleksikan pengalaman hidupnya saat diisolasi di salah satu rumah sakit di Makassar akibat terpapar Covid-19.

Deputi Bisnis PT Pegadaian (Persero) Area Makassar 1, Sulawesi Selatan, Kantor Wilayah Makassar itu, lantas menceritakan proses kreatifnya selama mencipta puisi lalu dibuatkan menjadi musikalisasi puisi oleh Soni Hendrawan.

Setiap hari, dia membuat catatan kejadian dalam bentuk puisi. Puisi demi puisi tercipta dari tangannya yang tengah diinfus. Sejak 17 Februari hingga 3 Maret 2021, dia produktif menulis meski terbaring di rumah sakit. Lebih dari 50 puisi kemudian tercipta, di mana 17 di antaranya dibuatkan musikalisasi puisi.

Menariknya, puisi yang sudah dimusikalisasi itu dibuatkan juga cord gitarnya, supaya mudah dimainkan. Lebih menarik lagi, buku ini juga menyertakan barcode, sehingga begitu di-scan langsung terhubung ke kanal YouTube.

“Dengan begitu, orang bisa menikmati puisi yang dilagukan dengan petikan gitar yang merdu,” terang lelaki yang pernah jadi jurnalis itu.

Agus K Saputra menambahkan, dia memang mau memberikan sesuatu yang berbeda lewat buku kumpulan puisinya kali ini. Bukan saja teks puisi tapi juga puisi-puisi yang sudah dimusikalisasi dan sudah diformat secara audio visual sesuai era digital, sehingga orang bisa mengapresiasi puisi dengan cara yang berbeda.

Sebelumnya, dia sudah menerbitkan buku kumpulan puisi “Kujadikan Ia Embun” (2017), “Menunggu di Atapupu” (2018), “Sepucuk Surat dan Kisah Masa Kecil” (2019), dan “Bermain di Pasar Ampenan” (2021).

Dia mengaku punya banyak stok puisi yang lahir ketika ditugaskan di beberapa kota. Namun puisi-puisi dalam buku “Mencari Rumah Sembunyi” dirasakannya berbeda, karena di situ tergambarkan perenungan dan semangatnya untuk sembuh dari paparan Covid-19. (Rusdin Tompo)


«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply