Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

» » » » » Bank Indonesia dan TP2DD Takalar Bahas Peningkatan Transaksi Digital


Asnawin Aminuddin 4:58 PM 0





Jumat, 20 Januari 2023



Bank Indonesia dan TP2DD Takalar Bahas Peningkatan Transaksi Digital



TAKALAR, (PEDOMAN KARYA). Tim Bank Indonesia (BI) melakukan kunjungan silaturrahim dengan Pj Bupati Takakar, Setiawan Aswad, dan melakukan Rapat Koordinasi dengan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kab. Takalar, Ruang Rapat Setda Kantor Bupati Takalar, Kamis, 19 Januari 2023. 

Dalam kunjungan tersebut, Deputi Kepala Perwakilan BI Prov. Sulsel Rudi Bambang Widjanarko menyampaikan bahwa tingkat pembayaran digitalisasinya Kab. Takalar terus meningkat ini suatu modal dalam meningkatkan elektronifikasi transaksi daerah. 

"Disisi lain kab. Takalar memiliki banyak potensi terkait penerimaan baik dari sisi pajak maupun retribusi yang dapat meningkatkan PADnya. terbukti banyaknya destinasi wisata dan rumah makan sehingga dapat memperkuat program pembayaran secara digitalisasi", jelasnya. 

Sementara itu, Pj. Bupati Takalar dalam rakor tersebut mengatakan bahwa kita terus berupaya dalam meningkatkan kinerja dan kapasitas pengelolaan keuangan pemerintah daerah, penting buat kita melihat sejauh mana kapasitas fiscal kita terutama dalam dua hal terutama dari aspek belanja serta pendapatan dan pembiayaan belanja. 

"Dalam memaksimalkan pajak, penting untuk diketahui bahwa pergerakan transaksi keuangan didaerah baik dari sisi pendapatan bisa dilihat secara update dengan upaya digitalisasi" ujar Pj. Bupati Takalar 

Digitalisasi transaksi pemerintahan daerah segera dijalankan secara baik ditakalar. Kita berharap takalar bisa mengambil peran yang cukup berarti dalam penguatan keuangan daerah. Sinergitas kolaborasi dengan OPD sangat penting dalam peningkatan PAD kita. 

Dalam peningkatan pendapat di Kab. Takalar target yang ingin dicapai disemester I tahun 2023 mendorong realisasi PDRB potensial(BPTHB, pajak resto, pajak hotel) melalui kanal digital, edukasi digital wajib PDRB dan capacity building perangkat teknik. 

"Dengan transaksi digital diharapkan pertumbuhan ekonomi jauh lebih kuat, inklusif dan berkelanjutan termasuk indegrasi ekonomi dan keuangan digital, kemandirian fiskal dan pelayanan PDRB berbasis digital," kata Setiawan.  (Hasdar Sikki)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply