Mastini Hardjoprakoso Menjabat Kepala Perpustakaan Selama 36 Tahun

Mastini Hardjoprakoso selama hidupnya menjabat Kepala Perpustakaan selama 36 tahun. Ia sudah menjabat sebagai kepada perpustakaan sejak tahun 1962, tepatnya sebagai Kepala Perpustakaan Museum Pusat Depdikbud RI, hingga 1998 sebagai Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Inzet: Mastini (kanan) bersama Ibu Tien Soeharto.


--------

PEDOMAN KARYA

Rabu, 12 Juli 2023

 

Satu Abad Mastini Hardjoprakoso, Kepala Perpusnas Pertama (4-habis):

 

Mastini Hardjoprakoso Menjabat Kepala Perpustakaan Selama 36 Tahun

 

Oleh: Asnawin Aminuddin

(Wartawan)

 

Selain menjadi Kepala Perpusnas, Mastini juga dua kali menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pustakawan Indonesia. Ia juga pernah menjadi Excutive Board of Congres of Southeast Asia Librarians (Consal) dan anggota Country Directors of National Libraries (CDLN, Daftar Perpustakaan Nasional dan Negara Bagian).

Consal (Congress of Southeast Asian Librarians) yang dibentuk pada tahun 1970 di Singapura merupakan kongres pustakawan se-Asia Tenggara yang diadakan setiap 3 tahun sekali dan diselenggarakan secara bergilir di masing-masing negara anggota, khususnya negara- negara ASEAN seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Kamboja, Vietnam, Laos, Myanmardan Brunei Darussalam.

Dalam setiap kongres yang diadakan di masing-masing negara anggota, biasanya yang menjadi tuan rumah/panitia adalah Perpustakaan Nasional dan Ikatan/Asosiasi Profesi Pustakawan yang ada pada masing-masing negara anggota.

Di Indonesia sendiri kegiatan ini ditangani oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia bersama-sama dengan Ikatan Pustakawan Indonesia.

Consal juga setiap setahun sekali mengadakan pertemuan Dewan Eksekutif Consal atau dikenal dengan istilah Executive Board Meeting (EBM).

Consal menjadi sarana dan wadah pertemuan pustakawan se-Asean dalam rangka mengadakan tukar pengalaman dan tukar pikiran dalam mengembangkan pengetahuan tentang perpustakaan dan profesi pustakawan, serta mengantisipasi perkembangan dunia perpustakaan dan kepustakawanan di masa depan.

Setelah sekian tahun menjadi Kepala Perpusnas, Mastini kemudian mengajukan surat pengunduran diri pada tahun 1998. Banyak cerita di balik layar terkait pengunduran ini, antara lain adanya kelompok tim reformasi yang kabarnya memaksa beliau mundur dengan mengirimkan surat langsung kepada presiden.

Cerita lain, konon ada yang berambisi menduduki jabatan Kepala Perpustakaan Nasional dan bahkan ada yang menyerang pribadi Mastini bahwa telah terjadi korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) selama kepemimpinan beliau.

Meskipun demikian, jabatan sebagai Kepala Perpustakan Nasional yang diembannya terus diperpanjang walaupun telah melampau batas pensiun.

Ini semua karena kemampuan mengepalai Perpustakaan Nasional dan perpanjangan jabatannya adalah hak prerogatif Presiden.

Kontribusi dan dedikasi Mastini Hardjoprakoso dalam proses pembentukan Perpusnas dan membesarkannya telah tercatat dalam sejarah, khususnya dalam sejarah perpustakaan di Indonesia.

Selain dianggap sebagai panutan, Mastini juga menerima beberapa penghargaan dan yang tertinggi adalah Bintang Mahaputra Utama pada tahun 1995, yang memungkinkan beliau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Sebelas bulan sebelum meninggal, Mastini menerima Nugra Jasadarma Pustaloka Lifetime Achievement dari Perpustakaan Nasional.

Mastini adalah salah satu pejuang dalam pendirian Perpustakaan Nasional dan jasanya tidak boleh dilupakan terutama oleh para pustakawan muda.

Perpustakaan Nasional RI kini menjadi perpustakaan yang berskala nasional dalam arti yang sesungguhnya, yaitu sebuah lembaga yang tidak hanya melayani anggota suatu perkumpulan ilmu pengetahuan tertentu, tetapi juga melayani anggota masyarakat dari semua lapisan dan golongan.

Walau terbuka untuk umum, koleksinya bersifat tertutup dan tidak dipinjamkan untuk dibawa pulang. Layanan itu tidak terbatas hanya pada layanan untuk upaya pengembangan ilmu pengetahuan saja, melainkan pula dalam memenuhi kebutuhan bahan pustaka, khususnya bidang ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan, guna mencerdaskan kehidupan bangsa.

 

Kepala Perpustakaan Sejak 1962

 

Mastini Hardjoprakoso selama hidupnya menjabat Kepala Perpustakaan selama 36 tahun. Ia sudah menjabat sebagai kepada perpustakaan sejak tahun 1962, tepatnya sebagai Kepala Perpustakaan Museum Pusat Depdikbud RI, hingga 1998 sebagai Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Pada tahun 1979, Mastini menjabat Kepala Perpustakaan Museum Nasional Indonesia. Tahun 1980, Mastini diangkat menjadi Kepala Perpustakaan Nasional Depdikbud RI. Dan pada periode 1990 – 1998, Mastini diberi amanah sebagai Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Sejak berdiri sebagai dengan status Lembaga Pemerintah Non Departemen yang bertanggungjawab langsung kepada Presiden, jabatan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sudah diemban oleh lima kepala Perpusnas, yaitu Mastini Hardjoprakoso (1990-1998), Hernandono (1998-2001), Dady Rachmananta (2001-2008), Sri Sularsih (2010-2016) dan Muhammad Syarif Bando (2016-Sekarang). 

 

Buku Biografi Mastini Hardjoprakoso

 

Tepat di momentum 100 Tahun Ibu Mastini (1923-2023), Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) meluncurkan Biografi Kepala Perpusnas Pertama.

Buku berjudul “Mastini Hardjoprakoso: Memorial Peletak Fondasi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia”, merupakan buku memorabilia yang didasarkan pada arsip-arsip yang menjadi ciri khas kepenulisan di bidang perpustakaan dan kearsipan.

Peluncuran buku di Jakarta, Jumat, 07 Juli 2023, dirangkaikan dengan penandatanganan kerjasama antara Perpusnas dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek), serta Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.

Juga Nota Kesepahaman MoU) antara Perpusnas dengan 10 perguruan tinggi dan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia, yakni Universitas Indo Global Mandiri (UIGM), Akademi Bakti Kemanusiaan PMI, Politeknik Negeri Bali, Universitas Muhammadiyah Bandung, Institut Agama Islam Yasni Muara Bungo.

Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta, Institut Teknologi dan Bisnis Indobaru Nasional, Stikes RSPAD Gatot Subroto, serta IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

 

------

Referensi:

Kamil, Harkrisyati; Mastini Hardjoprakoso: Sekilas Perjalanan Hidup dan Kontribusi dalam Bidang Perpustakaan di Indonesia; https://www.isipii.org/artikel/mastini-hardjoprakoso-sekilas-perjalanan-hidup-dan-kontribusi-dalam-bidang-perpustakaan-di; Dikutip pada Sabtu, 08 Juli 2023

Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia; https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Kepala_Perpustakaan_Nasional_Republik_Indonesia; Dikutip pada Rabu, 12 Juli 2023

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia; https://id.wikipedia.org/wiki/Perpustakaan_Nasional_Republik_Indonesia; Dikutip pada Selasa, 11 Juli 2023

Pustakawan Jadi Moderator di Consal Xviii Cambodia; https://pustaka.uin-suska.ac.id/pustakawan-jadi-moderator-di-consal-xviii-cambodia/; Dikutip pada Rabu, 12 Juli 2023


------

Artikel sebelumnya:

Bagian 3: 

Perjuangan Mastini Melepaskan Perpusnas dari Kementerian dan Menjadi Lembaga Pemerintah Non Departemen


Bagian 2: 


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama