------
Selasa, 16 Desember 2025
Aspar Paturusi
Terima Penghargaan dari Purnabakti Pegawai Kemenpora
MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Puisi
itu punya daya pikat. Ia bagai oase bagi jiwa yang butuh keteduhan. Ia bagai
sahabat yang bukan saja menemani tetapi juga memahami. Karena itu, puisi
sesederhana apapun punya pembacanya. Para pembaca itu tergerak memberikan
apresiasi atas puisi tersebut sebagai suatu karya.
Itulah yang terjadi pada puisi karya Aspar
Paturusi berjudul: “Pensiun”. Puisi yang diciptakan tahun 2011 ini mendapat
apresiasi dari Paguyuban Purnabakti Pegawai Kemenpora RI.
“Mereka cari puisi di Google. Mereka
temukan puisi Pensiun. Lalu meminta izin untuk membacakannya,” japri Aspar
Paturusi kepada Rusdin Tompo, Ahad, 14 Desember 2025.
Aspar Paturusi kemudian dihubungi.
Disampaikan bahwa puisinya akan dibacakan dalam acara Temu Kangen Paguyuban
Purnabhakti Pegawai Kemenpora RI, di Wisma Kemenpora, pada hari Rabu, 10
Desember 2025, pukul 10.00-12.00 WIB.
“Kami akan sangat berbahagia, berbangga,
dan berterimakasih apabila bapak dan ibu berkenan hadir. Salam hormat dari
kami, Paguyuban Purnabakti Pegawai Kemenpora,” tulis pihak paguyuban.
Sesuai rencana yang disampaikan, kegiatan
pun diadakan. Bertempat di Wisma Menpora, Komplek Perkantoran Kemenpora, Jalan
Gerbang Pemuda Senayan, Jakarta, Aspar Paturusi, yang dikenal sebagai penyair,
aktor, dramawan, dan novelis itu diberi penghargaan oleh Paguyuban Purnabhakti
Pegawai Kemenpora RI.
Penyerahan piagam diberikan oleh Ketua
Paguyuban Purnabakti Pegawai Kemenpora RI, Wafid Muharam, kepada Aspar
Paturusi.
Hadir dua mantan Menpora RI, yakni Adhyaksa
Dault yang berdarah Bugis, dan Imam Nahrowi, serta para anggota paguyuban.
Adhyaksa Dault merupakan Menteri Negara
Pemuda dan Olahraga, tahun 2004-2009, sedangkan Imam Nahrowi merupakan Menteri
Pemuda dan Olahraga, tahun 2014-2019.
Momen itu kian menggembirakan karena
penghargaan yang diterima Aspar Paturusi bertepatan dengan ulang tahun ke-68
istri tercinta, Ibu Lasmy Aspar.
Bukan itu saja. Pasangan ini bahkan tampil
membacakan puisi itu di hadapan undangan Temu Kangen Paguyuban Purnabhakti
Pegawai Kemenpora RI.
Aspar Paturusi yang bernama lengkap Andi
Sofyan Paturusi, merupakan putra berdarah Bulukumba, Sulawesi Selatan, lahir
pada 10 April 1943, atau kini berusia 82 tahun.
Lewat obrolan WhatsApp dengan Rusdin
Tompo, Koordinator Satupena Sulawesi Selatan, aktor yang bermain di film “Sanrego”
itu mengatakan bahwa puisi yang ia buat tentang pensiunan menikmati
hari-harinya, sangat sederhana, tetapi mudah dipahami dan punya makna mendalam.
Berikut ini puisi lengkapnya:
PENSIUN
Karya: Aspar Paturusi
setiap hari kau rawat bunga-bunga
sahabat segar di sisa-sisa usia
ternyata hari tuamu tak sepi
walau uang pensiun tak mencukupi
kau bangga sempat jadi pegawai negeri
tak ada keluh pada tarikan napasmu
kau jalani garis takdir selama ini
buat bisa senyum bukan besarnya gaji
kau hanya tahu kerja harus memberi
itulah tekad saat mengucapkan sumpah
wangi bunga menyegarkan hidupmu
angin lembut menyentuh wajahmu
masa pensiun ternyata indah
tak ingat lagi pada gaji rendah
Jakarta, 27 Januari 2011
