------
Bulukumba Tidak Sekadar Merayakan Usia,
Juga Merayakan Perubahan
Dalam beberapa tahun terakhir, wajah pembangunan Bulukumba kian terasa dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Layanan kesehatan yang semakin lengkap, infrastruktur yang lebih baik, serta indikator kesejahteraan yang terus menanjak.
Salah satu penanda kemajuan itu tercermin dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terus meningkat. Menembus angka 75,26. Sebuah capaian yang menunjukkan peningkatan kualitas hidup warga di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf mengatakan,
angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan gambaran nyata tentang
masyarakat yang semakin sehat, semakin terdidik, dan semakin sejahtera.
“IPM adalah cermin kualitas hidup. Semakin
tinggi nilainya, semakin besar peluang masyarakat untuk hidup lebih baik,” kata
Andi Utta, sapaan akrab Andi Muchtar Yusuf.
Hal itu ia sampaikan pada Rapat Paripurna
Peringatan Hari Jadi ke-66 Kabupaten Bulukumba, di Ruang Rapat Paripurna DPRD
Bulukumba, Rabu, 04 Februari 2026.
Rapat paripurna tersebut turut dihadiri
perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Staf Ahli Gubernur Sulsel
Bidang Ekonomi Kerakyatan Dr. Since Erna Lamba, Anggota DPRD Provinsi Sulsel,
unsur organisasi vertikal, serta berbagai elemen masyarakat.
Namun, cerita Bulukumba tidak berhenti
pada angka. Peningkatan kualitas hidup itu diperkuat oleh berbagai langkah
strategis yang menyentuh langsung kebutuhan publik.
Fasilitas kesehatan diperluas dengan
hadirnya Gedung Pusat Perawatan Jantung Terpadu, Poli Jiwa, dan Perawatan Paru
di RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja, serta Ruang Rawat Ibu dan Anak di RSUD
Andi Makkarodda Tanete.
Di sektor layanan publik, Laboratorium
Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) turut dibangun untuk memperkuat pencegahan dan
penanganan penyakit.
Di bidang infrastruktur, sejumlah ruas
jalan ditingkatkan untuk memperlancar mobilitas warga dan distribusi ekonomi.
Pusat-pusat pelayanan pemerintahan seperti Kantor Camat Ujungloe dan Kantor
Camat Kajang juga dibangun sebagai bagian dari upaya mendekatkan layanan kepada
masyarakat.
Bulukumba pun mencatatkan prestasi di
tingkat nasional. Daerah ini menjadi salah satu penerima program Bantuan
Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, membuka harapan baru bagi komunitas
pesisir.
Upaya menurunkan angka stunting juga
membuahkan hasil, dengan capaian penurunan terbesar kedua secara nasional,
disertai penghargaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).
Sementara dalam tata kelola keuangan,
opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kembali diraih sebagai simbol transparansi
dan akuntabilitas.
“Kita juga berhasil meraih beberapa
penghargaan sepanjang tahun 2025. Di antaranya Opini Wajar Tanpa Pengecualian
(WTP), penghargaan atas capaian penurunan stunting terbesar kedua secara
nasional sebesar 8,5 persen, serta penghargaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah
Stunting (GENTING),” papar Andi Utta.
Semua capaian itu menggambarkan Bulukumba
sebagai daerah yang tidak hanya tumbuh secara fisik, tetapi juga berusaha
membangun karakter dan keberlanjutan. Sebuah ikhtiar untuk memastikan
pembangunan bukan hanya dirasakan hari ini, tetapi juga menjadi warisan bagi
generasi mendatang.
Di tengah perubahan itu, Bulukumba berdiri
di persimpangan penting, antara menjaga identitas, merawat nilai lokal, dan
melangkah ke masa depan yang lebih maju. (asnawin aminuddin)
