Ribuan Pelajar Muhammadiyah se-Indonesia “Senam Anak Indonesia Hebat” di Kampus Unismuh Makassar

Ribuan pelajar Muhammadiyah dari berbagai daerah se-Indonesia mengikuti senam kolosal “Senam Anak Indonesia Hebat”, di pelataran Kampus Unismuh Makassar, Kamis, 12 Februari 2026. (Foto: Humas Unismuh Makassar)

 

----

Kamis, 12 Februari 2026 

 

Ribuan Pelajar Muhammadiyah se-Indonesia “Senam Anak Indonesia Hebat” di Kampus Unismuh Makassar

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Ribuan pelajar Muhammadiyah dari berbagai daerah se-Indonesia mengikuti senam kolosal “Senam Anak Indonesia Hebat”, di pelataran Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Kamis, 12 Februari 2026.

Senam kolosal “Senam Anak Indonesia Hebat” itu menjadi bagian dari semarak Olympic Ahmad Dahlan (OlympicAD) VIII Tahun 2026 di Makassar.

Sejak pagi, peserta dari jenjang SD, SMP, hingga SMA memadati area kampus. Seragam olahraga beragam warna membentuk pemandangan yang mencolok, namun bergerak serempak dalam satu irama. Alunan musik menggema di pelataran kampus, mengiringi instruktur memandu gerakan yang diikuti ribuan tangan dan langkah secara bersamaan.

Data panitia mencatat jumlah partisipan mencapai 8.525 orang, terdiri atas 4.838 peserta lomba dan 3.687 pendamping. Mereka datang dari 36 provinsi, dari Aceh hingga Papua, dengan keterlibatan sekitar 700–800 sekolah Muhammadiyah dari berbagai jenjang.

Usai senam pagi, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sejumlah lokakarya, antara lain Workshop International Exchange School Muhammadiyah, Workshop Coding dan Kecerdasan Artifisial, serta Workshop Bekerja di Luar Negeri untuk Siswa SMK.

Kamis siang OlympicAD VIII dibuka secara resmi di Balai Sidang Muktamar 47 Kampus Unismuh Makassar.

Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Non-Formal (Dikdasmen-PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Prof Erwin Akib, menyebut senam massal ini bukan semata aktivitas fisik, melainkan penegasan pentingnya kesehatan sebagai penopang prestasi.

“Lewat senam ini, kita ingin melahirkan kader yang tidak hanya unggul di meja olimpiade, tetapi juga memiliki ketahanan fisik dan mental yang kuat,” kata Erwin di sela kegiatan.

Erwin menambahkan, OlympicAD juga menjadi ruang silaturahmi nasional pelajar Muhammadiyah. Kekompakan gerak dinilai menjadi cara sederhana untuk menanamkan kebersamaan.

“OlympicAD bukan sekadar soal menang atau kalah. Ini panggung silaturahmi nasional. Melalui gerakan senam yang kompak, kita ingin menanamkan rasa kebersamaan bahwa mereka bagian dari satu ikatan besar: satu Indonesia dan satu Muhammadiyah,” katanya.

Rektor Unismuh Makassar, Dr Abdul Rakhim Nanda, menyatakan kebanggaan kampusnya menjadi tuan rumah ajang dua tahunan tersebut. Menurut dia, Unismuh tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga ruang perjumpaan pelajar dalam kegiatan kebugaran dan kolaborasi.

Salah satu pendamping kontingen Makassar, Muslimah Jalaluddin, mengapresiasi pelaksanaan agenda senam. Ia menilai cuaca yang bersahabat turut menyemangati para peserta.

“Kota Makassar menjadi saksi terlaksananya OlympicAD VIII, apalagi cuaca yang bersahabat memberi semangat para peserta yang hadir,” ujar Muslimah. (zak)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama