Calon Ketua PWI Sulsel Suwardi Thahir Buka Puasa Bersama Wartawan Senior

CALON KETUA PWI SULSEL, Suwardi Thahir, menyampaikan pemikirannya pada acara Buka Puasa Bersama, di Kedai Ayah UQ, Jalan Boulevard, Makassar, Ahad, 15 Maret 2026. (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA) 


-----

Senin, 16 Maret 2026

 

Calon Ketua PWI Sulsel Suwardi Thahir Buka Puasa Bersama Wartawan Senior

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulsel Suwardi Thahir mengadakan acara Buka Puasa Bersama, di Kedai Ayah UQ, Jalan Boulevard, Makassar, Ahad, 15 Maret 2026.

Acara buka puasa bersama dihadiri sejumlah wartawan senior antara lain Dr HM Dahlan Abubakar (mantan Sekretaris PWI Sulsel dan mantan Pemred Harian Pedoman Rakyat), Ronald Ngantung, Mappiar HS (mantan Sekretaris PWI Sulsel), Rahman Hamzah (TVRI Sulsel), Anwar Sanusi (mantan Sekretaris PWI Sulsel), Andi Baso Tenrigowa, James Wehantouw, dan Prof Mas’ud Muhammadiah.

Suwardi Thahir pada kesempatan itu memberikan sambutan dengan menggarisbawahi betapa krusialnya aspek kolaborasi dalam memacu roda organisasi, khususnya PWI Sulawesi Selatan.

Baginya, sinergi adalah kunci utama agar seluruh elemen dapat melangkah serentak dalam memaksimalkan potensi demi meraih pencapaian yang lebih gemilang.

Suwardi, yang kini mengemban amanah sebagai Wakil Ketua PWI Sulsel, juga mengingatkan bahwa sifat adaptif adalah harga mati. PWI sebagai institusi maupun jurnalis sebagai individu wajib lincah menyesuaikan diri dengan deru zaman dan terus melakukan upgrading demi menjaga marwah serta kualitas profesi.

Asesor Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Dewan Pers mengajak seluruh jajaran pengurus, baik di tingkat provinsi maupun daerah, serta seluruh anggota untuk mulai memfokuskan pandangan jauh ke depan. Ia berpesan agar energi organisasi tidak habis untuk menoleh ke belakang atau sekadar mengulik kekurangan masa lalu.

“Segala pencapaian yang kita nikmati hari ini adalah buah kerja keras seluruh ketua dan jajaran pengurus PWI, baik yang sekarang maupun pendahulu kita. Ada andil besar Pak Agussalim Alwi Hamu, Pak Zulkifli Gani Ottoh, Pak Syamsu Nur, hingga Pak Alwi Hamu dan para pengurus sebelumnya,” tutur Suwardi.

Berkat dedikasi merekalah, lanjutnya, PWI Sulsel mampu berdiri kokoh seperti sekarang. Mereka semua adalah pahlawan organisasi yang telah membangun fondasi agar lembaga ini terus berkembang menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.

Atas dasar rasa hormat tersebut, Suwardi berjanji jika diberi mandat memimpin nanti, ia akan memperkuat program yang telah berjalan baik sembari menyuntikkan berbagai terobosan inovatif. Visi utamanya jelas: kejayaan organisasi yang berbanding lurus dengan kesejahteraan para anggotanya.

Meski masih menyimpan rapat detail program kerja barunya, Suwardi memastikan bahwa agenda-agenda tersebut akan melengkapi keberhasilan yang sudah ada sebelumnya.

Hal terpenting saat ini, menurutnya, adalah bagaimana menyatukan faksi-faksi potensi menjadi kekuatan kolaboratif yang solid, sembari terus memupuk kreativitas dan kemauan untuk belajar hal-hal baru di tengah perkembangan teknologi.

“Jadi, muara dari perjuangan ini adalah kejayaan organisasi dan kesejahteraan setiap anggota melalui manifestasi nyata dari kolaborasi serta sikap adaptif tersebut,” kata Suwardi.

Acara buka puasa yang juga diisi ceramah Ramadhan oleh Pemimpin Redaksi Pedoman Karya Co Id dan mantan Ketua Seksi Pendidikan PWI Sulsel, Asnawin Aminuddin, ditutup dengan pemberian bingkisan kepada semua yang hadir dan makan puasa bersama. (lom)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama