-----
Rabu, 29 April 2026
Jamaluddin
Jompa dan Tujuh Rektor di Makassar Jadi Warga Kehormatan Kodam XIV/Hasanuddin
MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA).
Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Jamaluddin Jompa, beserta tujuh rektor di
Makassar, resmi dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan Kodam XIV/Hasanuddin oleh
Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, di Makodam, Jalan Urip
Sumoharjo, Makassar, Selasa, 28 April 2026.
Tujuh rektor lainnya tersebut yaitu Plt
Rektor UNM Prof Farida Patittingi, Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan
Juhannis, Rektor Unismuh Makassar Dr Abdul Rakhim Nanda, Rektor Universitas
Fajar (Unifa) Dr Muliyadi Hamid, Rektor Universitas Pejuang Republik Indonesia
(UPRI) Makassar M. Darwis Nur Tinri SSos MSi, Rektor Universitas Kristen
Indonesia (UKI) Paulus Makassar Prof Agus Salim, serta Direktur Politeknik
Maritim AMI Makassar (Polimarim) Dr Amrin.
Pengukuhan ditandai dengan pemasangan
passapu atau patonro, penutup kepala adat khas Makassar yang melambangkan
keberanian, martabat, dan kehormatan.
Sebelum prosesi inti, dua prajurit TNI
menampilkan atraksi angngaru, tradisi adat Makassar yang sarat makna kesetiaan
dan keberanian. Atraksi ini disampaikan dalam bahasa Makassar dan diterjemahkan
ke bahasa Indonesia.
Kegiatan semakin semarak dengan penampilan
seni bela diri oleh puluhan personel TNI yang memukau para undangan. Para prajurit Kodam XIV/Hasanuddin menampilkan
sejumlah kemampuan, mulai dari pencak silat militer, sparko atau Spartan
Komando, hingga teknik double stick. Atraksi itu memperlihatkan kecepatan,
ketepatan, dan kekuatan prajurit dalam pertempuran jarak dekat.
Demonstrasi tersebut tidak hanya
menonjolkan kemampuan fisik, tetapi juga menunjukkan disiplin, kesiapsiagaan,
dan ketahanan mental prajurit. Sejumlah prajurit juga memperagakan kemampuan
memecahkan benda keras sebagai simbol ketangguhan dalam menghadapi berbagai
ancaman.
Pengukuhan Warga Kehormatan Kodam
XIV/Hasanuddin merupakan bentuk sinergi antara dunia akademik dan militer,
dengan Unhas berada di garis depan sebagai mitra strategis dalam memperkuat
ketahanan nasional. Kehadiran Unhas dalam momentum ini sebagai pilar penting
dalam mencetak sumber daya manusia unggul sekaligus penjaga nilai-nilai
kebangsaan.
Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun
Nawoko, mengatakan, kolaborasi lintas sektor, termasuk perguruan tinggi sangat
penting dalam menjaga kedaulatan negara. Menurutnya, kampus memiliki peran
sentral dalam membangun peradaban bangsa melalui pendidikan dan inovasi.
“Saya berharap rekan-rekan tidak hanya
memahami dunia militer, tetapi juga mampu memperkuat peran di sektor
akademik," kata Mayjen Bangun.
Kampus memiliki peran strategis dalam
mencetak sumber daya manusia unggul yang tidak hanya cerdas secara akademik,
tetapi juga berkarakter dan cinta Tanah Air.
“TNI tidak dapat bekerja sendiri dalam
menjaga kedaulatan negara. Kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi kunci
dalam memperkuat ketahanan nasional,” ujar Mayjen Bangun.
Ia menambahkan, pengukuhan warga
kehormatan ini merupakan bentuk penghargaan sekaligus ajakan kepada kalangan
akademisi untuk turut berperan aktif menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI).
Rektor Unhas Jamaluddin Jompa menyampaikan
rasa bangga atas kehormatan tersebut. Dirinya menegaskan bahwa Unhas siap
mengambil peran lebih aktif dalam mendukung pertahanan negara melalui
kontribusi akademik dan pengembangan sumber daya manusia.
“Ini adalah kehormatan besar bagi kami.
Bagi Unhas, momentum ini bukan sekadar simbol, tetapi komitmen untuk terus
berkontribusi nyata dalam menjaga keutuhan NKRI,” kata Jamaluddin Jompa. (kia)
