-----
PEDOMAN KARYA
Kamis, 19 Maret 2026
Kisah Pagi Menyambut Lebaran di Lapangan Tentara
Bulukumba
Hari masih pagi, waktu menunjukkan pukul
07.30 Wita. Sekitar 30 orang warga dusun berdatangan ke Lapangan Tentara, Dusun
Pangi-pangi, Desa Swatani, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba. Desa Swatani
ini juga dikenal dengan sebutan Sampeang.
Mereka membawa linggis, parang,
umbul-umbul, bambu, tiang besi, tali. Sebuah mobil bak terbuka juga datang
membawa mimbar khutbah, karpet panjang, toa masjid, dan berbagai perlengkapan
lainnya.
Suasana canda tawa pun terdengar. Mereka
mempersiapkan Lapangan Tentara untuk dijadikan tempat shalat Idul Fitri. Sambil
bercanda mereka memasang patok dari tiang besi berukuran jari kelingking dengan
panjang kurang lebih satu meter.
Patok tiang besi diatur berbentuk segi
empat panjang, kemudian dipasang tali dari satu tiang ke tiang lainnya. Juga
dibuat dua pintu gerbang. Satu pintu gerbang untuk jamaah perempuan, dan pintu
gerbang lainnya untuk jamaah laki-laki. Di pertengahan lapangan, juga ada tiang
besi dan tali untuk memisahkan jamaah laki-laki dan jamaah perempuan.
Di bagian depan dipasang mimbar khutbah
dan sebuah tiang bambu berukuran kurang lebih sekitar tiga meter yang di ujung
atas diikat sebuah toa untuk pembesar suara. Sebuah kabel panjang kemudian
ditarik ke salah satu rumah warga yang terdekat untuk colokan listrik. Dan tak
lama kemudian terdengar suara: “Tes, tes, dicoba. Tes, tes dicoba.”
Salah seorang warga kemudian berteriak
dengan ucapan: “Allahu akbar”, dan pecahlah suara tawa dari puluhan warga yang
sedang bekerja bakti. Lapangan tersebut sehari sebelumnya sudah dibersihkan
dengan menggunakan mobil mesin pembersih rumput, sehingga warga tidak perlu
lagi memotong rumput yang biasanya memang tinggi dan tidak rata.
Pada empat sudut lapangan yang dibatasi
dengan tali dan tiang besi, dipasang umbul-umbul, sedangkan pintu gerbang
dibuatkan pintu janur kuning seperti acara pengantin.
Sepanjang kegiatan kerja bakti, selalu
terdengar canda tawa sehingga persiapan lapangan untuk shalat Idul Fitri tidak
terasa sudah selesai. Hanya sekitar 30 menit, keseluruhan persiapan sudah
selesai.
Kegiatan kerja bakti pada Kamis, 19 Maret
2026, dipimpin langsung oleh Kepala Dusun Pangi-pangi, Sadaruddin, bersama
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Nurul Jihad Destamar, Kamaruddin.
Setelah keseluruhan pekerjaan persiapan
pelaksanaan shalat Idul Fitri selesai, mereka pun bubar dan di tengah lapangan
sudah terlihat tali yang menghubungan empat sudut yang di bagian depan ada
mimbar khutbah, di empat sudut ada umbul-umbul, dan juga ada dua pintu gerbang
yang ditandai dengan janur kuning.
Lapangan Tentara milik Kodam
XIV/Hasanuddin tersebut memang setiap tahun menjadi lokasi utama pelaksanaan
Shalat Idul Fitri maupun Shalat Idul Adha bagi masyarakat setempat.
Namun demikian, apabila cuaca tidak
mendukung atau terjadi hujan, pelaksanaan shalat biasanya dialihkan ke Masjid
Nurul Jihad Destamar yang berjarak sekitar 100 meter dari lapangan. (asnawin
aminuddin)

