Bahaya Penyakit TBC – Terlalu Banyak Curiga

Curiga yang berlebihan adalah penyakit hati yang dapat merusak persaudaraan, menghancurkan kepercayaan, bahkan bisa menghancurkan sebuah perjuangan besar. (int)

 

-----

PEDOMAN KARYA

Jumat, 13 Maret 2026

 

Kultum Ramadhan:

 

Bahaya Penyakit TBC – Terlalu Banyak Curiga

 

Oleh: Furqan Mawardi

(Muballigh Akar Rumput)

 

Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah yang membersihkan hati hamba-hamba-Nya dengan iman. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, teladan agung yang mengajarkan kita bagaimana menjaga hati agar tetap jernih dan bersih.

Ma‘asyiral muslimin rahimakumullah.

Di dunia kesehatan kita mengenal satu penyakit yang sangat berbahaya, yaitu TBC (Tuberkulosis). Penyakit ini menyerang paru-paru dan jika tidak diobati dapat merusak tubuh secara perlahan. Namun dalam kehidupan sosial dan spiritual kita, ada juga penyakit “TBC” yang tidak kalah berbahaya, yaitu TBC: Terlalu Banyak Curiga.

Curiga yang berlebihan adalah penyakit hati yang dapat merusak persaudaraan, menghancurkan kepercayaan, bahkan bisa menghancurkan sebuah perjuangan besar.

Allah Subhanahu wa Ta‘ala telah mengingatkan dalam Al-Qur’an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ

“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak dari prasangka, karena sebagian prasangka itu adalah dosa.” (QS. Al-Hujurat: 12)

Mari kita perhatikan ayat ini secara seksama. Allah tidak hanya melarang prasangka buruk, tetapi bahkan memerintahkan kita menjauhi banyak prasangka, karena prasangka seringkali menjadi pintu dosa yang lain dan bisa menghasilkan fitnah, permusuhan, dan kebencian.

Ma‘asyiral muslimin yang dimuliakan Allah.

Dalam kehidupan sehari-hari, penyakit TBC, Terlalu Banyak Curiga sering muncul tanpa kita sadari. Terkadang seseorang melihat temannya sukses, lalu muncul curiga “Jangan-jangan dia mendapatkan itu dengan cara yang tidak baik.”

Terkadang seseorang melihat orang lain berbisik, lalu ia merasa sedang dibicarakan. Kadang seseorang melihat orang lain mendapat kepercayaan, lalu ia berpikir dirinya sedang disisihkan. Padahal semua itu sering kali hanya bisikan prasangka yang belum tentu benar.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ

“Jauhilah prasangka, karena prasangka adalah ucapan yang paling dusta.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya prasangka sering kali menciptakan cerita yang tidak pernah terjadi.

Ma‘asyiral muslimin rahimakumullah.

Sejarah Islam bahkan pernah mencatat bahwa kecurigaan yang berlebihan dapat membawa dampak besar dalam sebuah perjuangan. Salah satu pelajaran besar itu terjadi pada Perang Uhud.

Ketika perang berlangsung, Rasulullah ﷺ menempatkan sekitar lima puluh pasukan pemanah di atas sebuah bukit kecil. Rasulullah memberi pesan yang sangat tegas: “Jangan tinggalkan posisi kalian, baik kita menang maupun kalah.”

Pada awalnya kaum Muslimin hampir memenangkan peperangan. Pasukan Quraisy mulai mundur dan sebagian kaum Muslimin mulai mengumpulkan ghanimah (rampasan perang). Di sinilah muncul kecurigaan di hati sebagian pasukan pemanah.

Mereka mulai berkata: “Teman-teman kita di bawah sudah mengambil rampasan perang, jangan-jangan kita tidak kebagian.”

Karena terlalu curiga dan khawatir tidak mendapat bagian, sebagian mereka meninggalkan bukit itu dan turun ke lembah, padahal Rasulullah telah memerintahkan mereka tetap di posisi.

Kesempatan ini dimanfaatkan oleh pasukan Quraisy yang dipimpin Khalid bin Walid. Mereka menyerang dari arah belakang dan mengambil posisi bukit yang telah ditinggalkan. Akibatnya keadaan berbalik. Kaum Muslimin mengalami kekacauan dan banyak sahabat yang gugur.

Peristiwa ini menjadi pelajaran besar bagi umat Islam sepanjang sejarah. Bahwa sebuah pasukan yang kuat pun bisa melemah ketika hati mulai dipenuhi kecurigaan dan kepentingan pribadi.

Ma‘asyiral muslimin rahimakumullah.

Karena itu kita harus berhati-hati dengan penyakit TBC: Terlalu Banyak Curiga. Apabila terjangkiti, maka segeralah mencari obatnya, yaitu obatnya adalah husnuzan (berbaik sangka).

Allah berfirman:

لَوْلَا إِذْ سَمِعْتُمُوهُ ظَنَّ الْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بِأَنْفُسِهِمْ خَيْرًا

“Mengapa ketika kamu mendengar suatu berita, orang-orang mukmin tidak berbaik sangka kepada sesama mereka?” (QS. An-Nur: 12)

Orang beriman selalu berusaha memahami sebelum menuduh, memeriksa sebelum menyimpulkan, dan berbaik sangka sebelum berprasangka buruk.

Ma‘asyiral muslimin yang dirahmati Allah.

Mari kita periksa hati kita masing-masing. Jangan sampai kita sehat jasmani tetapi ternyata hati kita mengidap TBC, Terlalu Banyak Curiga. Karena penyakit ini perlahan-lahan bisa merusak persaudaraan, merusak kepercayaan, bahkan menghancurkan keberkahan hidup kita.

Semoga Allah membersihkan hati kita dari prasangka buruk dan menggantinya dengan hati yang lapang, hati yang penuh husnuzan, dan hati yang selalu menjaga persaudaraan.

Amin ya Rabbal ‘alamin.

 


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama