Sebenarnya Amerika dan Israel Sudah Kalah, Iran yang Menang

“Kalau dianalisa, sebenarnya Amerika dan Israel sudah kalah. Iran yang menang,” kata Daeng Nappa’ kepada Daeng Tompo’ saat ngopi siang di warkop batas kota.


-----

PEDOMAN KARYA 

Kamis, 26 Maret 2026

 

Obrolan Daeng Tompo’ dan Daeng Nappa’:

 

Sebenarnya Amerika dan Israel Sudah Kalah, Iran yang Menang

 

“Kalau dianalisa, sebenarnya Amerika dan Israel sudah kalah. Iran yang menang,” kata Daeng Nappa’ kepada Daeng Tompo’ saat ngopi siang di warkop batas kota.

“Kenapaki’ bilang begitu?” tanya Daeng Tompo’.

“Lihatmaki’. Perang dimulai oleh Amerika bersama Israel. Mereka menyerang Iran pada bulan Ramadhan sekitar 25 hari lalu. Amerika dan Israel mungkin mengira Iran akan menyerah, apalagi Pemimpin Iran Ali Khamenei tewas dalam serangan pertama Amerika dan Israel. Kenyataannya, Iran justru mampu membalas dengan menyerang Israel dan juga menyerang pangkalan Amerika Serikat di beberapa negara,” papar Daeng Nappa’.

“Tapi kan perang masih berlangsung!” kata Daeng Tompo’.

“Perang memang masih berlangsung, tapi Presiden Amerika Donald Trump tiba-tiba mengajukan pembicaraan perdamaian dengan Iran dan mengajukan 15 syarat,” ujar Daeng Nappa’.

“Jadi itumi kita’ bilang Amerika dan Israel sudah kalah?” tanya Daeng Tompo’.

“Ya, itumi. Iran hanya sendiri dan melawan dua negara sekaligus, Amerika dan Israel. Dan senjata Iran sepertinya tidak ada habis-habisnya. Iran juga punya senjata lain yang tidak kalah mematikan, yaitu Selat Hormuz. Dengan menutup Selat Hormuz yang merupakan salah satu arus lalu lintas pengiriman minyak dunia, maka Amerika dan Israel tidak bisa berbuat apa-apa,” tutur Daeng Nappa’.

“Bagaimana tanggapan Iran dengan pengajuan syarat perdamaian perang dari Donald Trump?” tanya Daeng Tompo’.

“Ini juga salah satu bentuk kemenangan Iran. Iran membalas permintaan Trump dengan mengajukan lima syarat,” kata Daeng Nappa’.

“Apa syaratnya?” tanya Daeng Tompo’.

“Syaratnya, penghentian total agresi dan pembunuhan oleh musuh, kepastian perang tidak akan dilakukan kembali terhadap Republik Islam Iran, pembayaran ganti rugi perang, penghentian perang di semua front, dan penggunaan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz,” sebut Daeng Nappa’ yang membaca syarat-syarat tersebut di layar ponselnya.

“Bagaimana tanggapan Amerika dengan syarat itu?” tanya Daeng Tompo’.

“Belum ada tanggapan dan belum ada pembicaraan, baru upaya mediasi oleh Pakistan, tapi ini sudah menunjukkan bahwa Amerika dan Israel sebenarnya sudah kalah, dan Iran yang menang,” kata Daeng Nappa’. (asnawin)

 

Kamis, 26 Maret 2026


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama