-----
Selasa, 10 Maret 2026
Unismuh Makassar Undang Sesepuh
Muhammadiyah Buka Puasa Bersama
MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA).
Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mengundang 11 panti asuhan binaan
Muhammadiyah dari Makassar, Gowa, dan Maros menghadiri acara Silaturrahim dan Buka Puasa Bersama, di Balai Sidang Muktamar 47 Kampus Unismuh Makassar, Senin, 09 Maret 2026.
Selain itu, Unismuh juga mengundang para
sesepuh Muhammadiyah, mantan pimpinan kampus, keluarga mantan pimpinan kampus, serta
sivitas akademika aktif.
Mereka yang hadir antara lain mantan Ketua
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel KH Alwi Uddin, mantan Rektor Unismuh yang
saat ini menjabat Ketua Muhammadiyah Sulsel Prof Ambo Asse, serta mantan Wakil Rektor
I Unismuh yang kini Anggota DPR RI Dr Ashabul Kahfi.
“Inti pertemuan ini sesungguhnya adalah
silaturrahim dengan para pendahulu kampus. Didahulukan silaturahimnya, baru
buka puasa bersamanya,” kata Rektor Unismuh Makassar Dr Abdul Rakhim Nanda.
Pertemuan tahunan yang dikemas dalam acara buka puasa Bersama, katanya, penting
untuk mengenang masa-masa perjuangan pendirian dan pembinaan Unismuh, sekaligus
mendengar kembali pandangan para pendahulu untuk memperbaiki kampus pada masa
mendatang.
“Sejarah itu penting untuk mengukuhkan dan
menguatkan kita untuk menatap masa depan,” kata Rakhim.
Wakil Rektor II Unismuh Makassar Dr Ihyani
Malik, selaku penanggung jawab kegiatan, mengatakan, para pendahulu sengaja
dihadirkan agar hubungan mereka dengan kampus tidak berhenti setelah masa
jabatan berakhir.
“Apapun kondisi Unismuh sekarang, mulai
dari tumbuh, berkembang sampai berkemajuan seperti sekarang ini, itu tidak
lepas dari peran serta Bapak-Ibu semua,” katanya dalam laporan panitia.
Menurut Ihyani, mereka yang pernah menjadi
rektor, wakil rektor, dekan, ketua BPH, hingga Ketua Pimpinan Wilayah
Muhammadiyah Sulawesi Selatan pada masanya tetap merupakan bagian dari keluarga
besar Unismuh.
Ia menambahkan, undangan juga diberikan
kepada keluarga tokoh yang telah wafat, sebagai penanda bahwa jejak pengabdian
mereka tetap diingat.
“Itulah sebabnya kami mengundang Bapak-Ibu
semua hadir bersama-sama dengan kami di sini untuk bersilaturahim, menjalin
hubungan, jangan sampai putus hanya karena kita sudah menjadi mantan pimpinan
di sini,” ujar Ihyani.
Ketua Badan Pembina Harian Unismuh, Prof.
Gagaring Pagalung menautkan acara tersebut dengan semangat Muhammadiyah
berkemajuan.
Ia mengingatkan bahwa gerak Muhammadiyah
tidak hanya bertumpu pada dakwah, pendidikan, dan kesehatan, tetapi juga
ekonomi serta pelayanan sosial. Karena itu, silaturahim di Unismuh, menurut
dia, tidak hanya bernilai seremonial, melainkan juga menjadi bagian dari
penguatan tradisi kelembagaan Persyarikatan.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah
Sulawesi Selatan Prof. Ambo Asse melihat pertemuan itu sebagai saat untuk
menyambung memori kolektif kampus dengan arah gerak Muhammadiyah ke depan.
Ia berharap sivitas akademika Unismuh
tidak hanya membesarkan kampus, tetapi juga ikut menghidupkan Muhammadiyah di
cabang dan ranting masing-masing. Dengan demikian, kemajuan Unismuh tidak
berdiri sendiri, melainkan menyatu dengan perkembangan amal usaha Muhammadiyah
secara lebih luas.
Dimensi historis acara itu diperkuat oleh
kesaksian KH Muhammad Alwi Uddin, mantan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah
Sulawesi Selatan.
Ia mengisahkan proses pembangunan gedung
dan menara Iqra Unismuh yang lahir dari dukungan banyak tokoh dan jejaring
Muhammadiyah. Kisah itu menegaskan bahwa capaian fisik dan kelembagaan Unismuh
hari ini berdiri di atas gotong royong, pengorbanan, dan keyakinan banyak
generasi.
Sementara itu, penceramah buka puasa Prof Zulfahmi Alwi, mengajak hadirin menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperdalam ibadah dan cara pandang keagamaan. Ia menekankan pentingnya keluasan wawasan, keterbukaan, dan metode berpikir yang utuh dalam memahami ajaran Islam. (zak)
