Shalat Idul Adha di Unismuh Makassar Terbuka untuk Umum

PERSIAPAN IDUL ADHA. Ketua Panitia Shalat Idul Adha 1447 H Unismuh Makassar, Dr. Abdul Munir Kondongan (baju batik kuning, kedua dari kanan), memimpin Rapat Persiapan Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 H, di Sekretariat Masjid Subulussalam Al-Khoory Kampus Unismuh Makassar, Kamis, 16 April 2026. (Foto: Nasrullah Rahim)  

 

-----

Sabtu, 18 April 2026

 

Shalat Idul Adha di Unismuh Makassar Terbuka untuk Umum

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar siap menggelar pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 H, di Pelataran Kampus Unismuh, Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Rabu, 27 Mei 2026.

“Pelaksanaan shalat ied di Unismuh Makassar selalu terbuka untuk umum,” kata Ketua Panitia Shalat Idul Adha 1447 H Unismuh Makassar, Dr. Abdul Munir Kondongan, kepada wartawan di Makassar, Sabtu, 18 April 2026.

Selain pelaksanaan Shalat Ied, panitia juga akan melakukan penyembelihan hewan qurban di Kampus Unismuh yang biasanya berjumlah dua puluhan ekor sapi dan kambing.

Daging qurban didistribusi di beberapa titik, di antaranya di Lab School SMP Unismuh, pusat dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, pusat pelatihan, dan pondok pesantren.

“Tahun lalu, ada 23 ekor sapi dan 4 ekor kambing qurban,” sebut Munir.

Untuk pelaksanaan kegiatan shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Qurban tersebut, panitia telah melakukan beberapa persiapan, termasuk rapat yang diadakan di Sekretariat Masjid Subulussalam Al-Khoory Kampus Unismuh Makassar, Kamis, 16 April 2026.

Rapat dipimpin Abdul Munir Kondongan, didampingi Sekretaris Panitia Aslam Rasyid, serta dihadiri jajaran panitia dan Badan Eksekutif Masjid (BEM) Subulussalam Al-Khoory.

Dalam rapat itu, pelataran kampus ditetapkan sebagai lokasi utama pelaksanaan salat Idul Adha. Area ini dinilai representatif karena mampu menampung ribuan jemaah.

Meski demikian, panitia tetap menyiapkan lokasi alternatif untuk mengantisipasi kemungkinan cuaca buruk atau lonjakan jumlah jemaah, sebagaimana yang terjadi pada Idul Fitri sebelumnya.

“Pelataran kampus menjadi pilihan utama karena daya tampungnya besar. Namun, kami tetap menyiapkan opsi cadangan untuk memastikan pelaksanaan salat berjalan lancar,” ujar Munir.

Selain fokus pada pelaksanaan salat, panitia juga membahas teknis penyembelihan hewan qurban.

Lokasi yang selama ini digunakan tempat penyembelihan hewan kurban di belakang gedung  Rusunawa tidak lagi tersedia karena telah berdiri beberapa bangunan baru. Sejumlah alternatif pun diusulkan, salah satunya area di belakang masjid (tempat parkir) yang dinilai lebih mudah dibersihkan karena dekat dengan pembuangan air.

Namun, keputusan final terkait lokasi penyembelihan masih menunggu arahan pimpinan kampus. Panitia berencana segera berkoordinasi dengan rektor untuk mendapatkan persetujuan.

“Dalam waktu dekat kami akan menghadap rektor untuk meminta arahan terkait lokasi yang paling tepat,” tambah Munir.

Setelah rapat panitia juga langsung membuka pendaftaran hewan qurban bagi dosen dan karyawan. Selain itu, masyarakat umum juga diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam ibadah qurban.

Untuk tahun ini, harga sapi diperkirakan mengalami sedikit kenaikan, yakni berada di kisaran Rp15 juta hingga Rp16 juta per ekor, atau sekitar Rp2,3 juta hingga Rp2,5 juta per orang.

“Angka tersebut masih bersifat sementara dan akan disesuaikan kembali setelah dilakukan survei harga di lapangan,” kata Munir. (zak)

 


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama