Kalau Dipikir-pikir, Jokowi Itu Jahat Memang



"Jokowi jahat karena tidak mau memperlihatkan ijazahnya dan bahkan memenjarakan orang yang mempertanyakan ijazahnya. Kalau dia baik, tidak jahat, maka dia tidak perlu melaporkan memenjarakan orang, tidak perlu melaporkan Roy Suryo dan Dokter Tifa ke polisi," ujar Daeng Tompo'. (int)


-------

PEDOMAN KARYA 

Senin, 22 Juni 2026


Obrolan Daeng Tompo' dan Daeng Nappa':


Kalau Dipikir-pikir, Jokowi Itu Jahat Memang


"Kalau dipikir-pikir, Jokowi itu jahat memang," kata Daeng Tompo' kepada Daeng Nappa' saat ngopi pagi di teras rumah Daeng Nappa'.

"Jokowi siapa?" tanya Daeng Nappa'.

"Jokowi mantan Presiden kita," jawab Daeng Tompo'.

"Ah, presiden ta' ji itu barangkali, saya tidak pernah ji memang kupilih Jokowi," kata Daeng Nappa' sambil tersenyum. 

"Samajaki', saya juga tidak pernah ji kupilih, tapi biar bagaimana dia mantan presiden kita, mantan Presiden Republik Indonesia," kata Daeng Tompo' serius.

"Kenapaki' bilang jahatki Jokowi?" tanya Daeng Nappa'.

"Jokowi jahat karena tidak mau memperlihatkan ijazahnya dan bahkan memenjarakan orang yang mempertanyakan ijazahnya. Kalau dia baik, tidak jahat, maka dia tidak perlu melaporkan memenjarakan orang, tidak perlu melaporkan Roy Suryo dan Dokter Tifa ke polisi," ujar Daeng Tompo'.

"Jadi maksudnya maafkan saja Roy Suryo dan orang-orang yang mempertanyakan ijazahnya?" potong Daeng Nappa'.

"Panggil saja Roy Suryo dan semua orang yang mempertanyakan ijazahnya, kemudian tunjukkan ijazahnya. Atau tunjukkan saja kepada publik ijazahnya. Jadi tidak perlu ada yang dilaporkan ke polisi apalagi dipenjarakan," tutur Daeng Tompo'.

"Itumi mungkin yang dia hindari," kata Daeng Nappa'.

"Apa yang dia hindari?" tanya Daeng Tompo'.

"Dia hindari menunjukkan ijazah aslinya," jawab Daeng Nappa' sambil tersenyum. 

"Kenapa dia hindari?" tanya Daeng Tompo'.

"Siapa tahu ijazahnya memang tidak ada atau ijazahnya palsu," jawab Daeng Nappa' masih tetap tersenyum. 

"Tidak. Pak JK bilang, dia yakin ijazahnya Jokowi pasti asli, karena sudah dua kali jadi presiden dan ijazahnya digunakan saat pendaftaran Capres di KPU. Makanya saya bilang, Jokowi ini sepertinya memang jahat, karena sengaja mengumpankan ijazahnya untuk memenjarakan orang," kata Daeng Tompo'.

"Kalau begitu, kita lihat saja nanti," ujar Daeng Nappa' sambil tetap tersenyum. (asnawin)


Senin, 22 Juni 2026

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama