Brasil Juara Piala Dunia 1994, Oleg Salengko Cetak 5 Gol dalam Satu Pertandingan

Foto kiri: Penyerang Rusia, Oleg Salenko mencetak 5 gol dalam 1 pertandingan di Piala Dunia 1994. Foto kanan: Penyerang Brasil, Romario, memegang tropi Piala Dunia seusai Brasil mengalahkan Italia di final Piala Dunia 1994 lewat adu penalti. 


---- 

PEDOMAN KARYA  

Jumat, 10 Juli 2026

 

Sejarah Piala Dunia Sepak Bola FIFA (15):

 

Brasil Juara Piala Dunia 1994, Oleg Salengko Cetak 5 Gol dalam Satu Pertandingan

 

Oleh: Asnawin Aminuddin

 

Piala Dunia FIFA 1994 merupakan edisi kelima belas dari Piala Dunia FIFA, yang diselenggarakan di Amerika Serikat, 17 Juni hingga 17 Juli 1994. Amerika Serikat dipilih FIFA pada bulan Juli 1988 dalam sidang di Zürich, Swiss.

Turnamen ini dimenangkan Brasil. Tim Samba memenangkan pertandingan final atas Italia setelah melalui adu penalti dengan skor 3–2. Dalam pertandingan normal 2x45 menit, dan perpanjangan waktu 2x15 menit, kedua tim bermain imbang tanpa gol.

Inilah pertama kali penggunaan adu penalti dalam menentukan juara Piala Dunia FIFA. Swedia meraih juara ketiga setelah menang dengan skor 4 - 0 atas Bulgaria. Baik pertandingan final maupun pertandingan perebutan tempat ketiga dilaksanakan di Stadion Rose Bowl, Los Angeles.

Brasil sebelumnya telah mengalahkan Italia dalam final 1970, membuat final 1994 sebagai final Piala Dunia yang mempertemukan tim yang sama untuk kedua kalinya, setelah Argentina dan Jerman bertemu dalam 1986 dan 1990.

Rata–rata kehadiran penonton ke stadion hampir mencapai 70.000 orang per pertandingan (tepatnya 68.991,12 orang per pertandingan). Hal ini mengalahkan rekor yang telah tercipta sejak tahun 1950, karena kapasitas stadion yang lebih besar di Amerika Serikat, dibandingkan dengan stadion–stadion di Eropa dan Amerika Latin.

Turnamen ini menjadi kompetisi olahraga yang paling banyak ditonton dalam sejarah olahraga Amerika Serikat.

Di Indonesia, Piala Dunia FIFA 1994 disiarkan langsung oleh TVRI, RCTI, SCTV dan TPI dengan menayangkan total 52 pertandingan.

Maskot resmi Piala Dunia edisi kali ini dinamai Striker, yang digambarkan sebagai seekor anjing yang menggunakan kaos berwarna putih dengan lengan berwarna merah yang bertuliskan “USA 94”, dan celana pendek berwarna biru.

Warna putih, merah, dan biru merupakan warna dari bendera Amerika Serikat. Ia juga digambarkan mengenakan kaos kaki berwarna putih dengan corak berwarna merah serta sepatu sepak bola berwarna hitam.

 

Catatan Unik Piala Dunia 1994

Piala Dunia 1994 yang berlangsung di Amerika Serikat sering dianggap sebagai salah satu edisi paling unik. Kendati negara tuan rumah saat itu belum terlalu “gila” sepak bola seperti sekarang, ia justru melahirkan banyak hal menarik. Penggunaan stadion berkapasitas raksasa membuat Piala Dunia 1994 jadi yang paling ramai.

Sejumlah momen dramatis terjadi pada edisi ke-15 kejuaraan sepak bola bergengsi tersebut. Ada yang menjadi catatan emas, ada juga berakhir menjadi kesedihan.

Pertama, Piala Dunia 1994 memecahkan rekor penonton Piala Dunia terbanyak sepanjang masa. Jumlah pertandingan saat itu memang lebih sedikit dibanding format sekarang, tetapi situs FIFA Museum menyebut, Piala Dunia 1994 mencatatkan total kehadiran 3.587.538 penonton. Bahkan, rata-rata penonton per pertandingan mencapai 68.991 orang.

Rekor tersebut ternyata bertahan per April 2026. Alasannya, stadion-stadion di Amerika Serikat memang memiliki kapasitas raksasa sebab turut dipakai untuk pertandingan american football yang dikenal memiliki animo tinggi.

Meski begitu, rekor tersebut kemungkinan besar akan dipecahkan pada 2026 karena Amerika Serikat kembali menjadi tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko.

Kedua, Oleg Salenko mencetak 5 gol dalam 1 pertandingan. Penyerang Timnas Rusia, Oleg Salenko, mencatatkan sejarah yang sangat sulit dipecahkan. Dalam laga melawan Kamerun, ia mencetak 5 gol sekaligus dalam 1 pertandingan. Ini terjadi dalam laga terakhir penyisihan Grup B melawan Kamerun yang berlangsung di Stanford Stadium, Stanford, pada 28 Juni 1994.

Laga tersebut dimenangkan Rusia dengan skor telak 6-1, dengan satu gol lain datang dari Dmitri Radchenko. Berkat quinttrick ini, Salenko ditahbiskan sebagai top skorer turnamen bersama penyerang Bulgaria, Hristo Stoichkov. Sayangnya, Rusia langsung tersingkir pada babak grup setelah kalah di dua pertandingan awal.

Ketiga, Roger Milla menjadi pencetak gol tertua di Piala Dunia. Masih di pertandingan yang sama saat Oleg Salenko mencetak lima gol, striker senior Kamerun, Roger Milla, juga membuat rekor. Ia mencetak gol ke gawang Rusia pada usia 42 tahun 1 bulan 8 hari. Ini terjadi pada menit ke-46 pertandingan sekaligus perkecil ketinggalan Kamerun menjadi 3-1.

Encyclopedia Britannica menyebut, gol tersebut membuat Milla menjadi pencetak gol tertua pada putaran final Piala Dunia.

Sebelumnya, sosok yang lebih banyak menghabiskan karier profesionalnya di Liga Prancis ini juga sudah dua kali tampil di Piala Dunia. Masing-masing saat berlangsung di Spanyol pada 1982 dengan usia sudah menginjak 30 tahun dan Piala Dunia 1990 saat Italia menjadi tuan rumah.

Keempat, karier internasional Diego Maradona berakhir dengan tragis. USA '94 jadi panggung internasional terakhir Diego Maradona.

Setelah mencetak gol indah melawan Yunani dan merayakannya dengan cara berteriak ke arah kamera, legenda Napoli tersebut dinyatakan positif menggunakan ephedrine (zat terlarang) dalam tes doping. Dilansir EBSCO, Maradona mengeklaim, zat tersebut berasal dari obat penurun berat badan yang dikonsumsinya beberapa hari sebelum bertanding.

Namun, keputusan FIFA sudah bulat. Maradona dilarang bermain pada sisa turnamen dan langsung dipulangkan. Setelah itu, ia memutuskan pensiun membela Timnas Argentina, mengakhiri kiprahnya selama 17 tahun di sana. Selama itu, dirinya bermain dalam 91 pertandingan dengan mencetak 34 gol. Tanpa Maradona, La Albiceleste sendiri lolos susah payah ke babak 16 besar, tetapi takluk 0-2 dari Rumania.

Kelima, pertandingan Piala Dunia pertama yang digelar secara indoor. Stadion Pontiac Silverdome, yang terletak di pinggiran Detroit, menggelar pertandingan Piala Dunia pertama yang dimainkan di dalam ruangan (indoor).

Peristiwa bersejarah ini terjadi pada 18 Juni 1994, bertepatan dengan laga pembuka Grup A. Saat itu, tuan rumah, Amerika Serikat, menahan imbang Swiss dengan skor 1-1 di hadapan 73.425 penonton.

Rumput stadion sendiri ditanam kampus setempat, Michigan State University, dan kemudian dipasang di Silverdome. Berbicara kepada harian Los Angeles Times, striker Swiss, Georges Bregy, menyebut laga indoor ini memberi "atmosfer fantastis." Stadion yang sudah dirobohkan pada 2018 tersebut menghelat total lima pertandingan selama Piala Dunia 1994.

Keenam, final Piala Dunia yang ditentukan lewat adu penalti serta kesedihan Roberto Baggio. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, final Piala Dunia berakhir dengan skor 0-0 hingga babak tambahan.

Laga Brasil kontra Italia yang berlangsung Stadion Rose Bowl, Pasadena, 17 Juli 1994, harus ditentukan lewat adu penalti. Dengan status tersebut, laga ini bahkan mendapat penghargaan dari Guinness World Records.

Momen paling ikonis terjadi ketika Roberto Baggio, bintang utama Italia yang menggendong tim hingga final, menendang bola jauh melampaui mistar gawang.

Gli Azzuri kalah 2-3 dalam adu penalti lantaran dua penendang sebelumnya, Franco Baresi dan Daniele Massaro, juga gagal. Foto Baggio yang berdiri tertunduk lesu saat pemain Brasil begitu girang merayakan kemenangan jadi salah satu foto olahraga paling legendaris.

 

......

Referensi:

Piala Dunia FIFA 1994; https://id.wikipedia.org/wiki/Piala_Dunia_FIFA_1994; dikutip pada Jumat, 10 Juli 2026

Final Piala Dunia FIFA 1994; https://id.wikipedia.org/wiki/Final_Piala_Dunia_FIFA_1994; dikutip pada Jumat, 10 Juli 2026

6 Momen Tak Terlupakan di Piala Dunia 1994, Mana yang Paling Ikonik?; https://www.idntimes.com/sport/soccer/momen-tak-terlupakan-di-piala-dunia-1994-c1c2-01-9m4db-5xqfwh; dikutip pada Jumat, 10 Juli 2026


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama