![]() |
| “Jokowi merasa telah dihina sehina-hinanya dan direndahkan serendah-rendahnya,” kata Daeng Nappa’ kepada Daeng Tompo’ saat ngopi sore di warkop batas kota. (Foto: Setneg) |
-------
PEDOMAN KARYA
Kamis, 02 Juli 2026
Obrolan Daeng
Tompo’ dan Daeng Nappa’:
Jokowi Merasa
Dihina Sehina-hinanya
“Jokowi merasa telah dihina
sehina-hinanya dan direndahkan serendah-rendahnya,” kata Daeng Nappa’ kepada
Daeng Tompo’ saat ngopi sore di warkop batas kota.
“Jokowi bilang begitu?” tanya Daeng
Tompo’.
“Bukan,” jawab Daeng Nappa’.
“Siapa ji padeng?” tanya Daeng
Tompo’.
“Itu pernyataan Jaksa Penuntut Umum
dalam Sidang Perdana Kasus Dugaan Ijazah Palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo
(Jokowi) dengan terdakwa Tifauziah Tyassuma alias dokter Tifa di Pengadilan
Negeri Jakarta Timur hari ini,” jawab Daeng Nappa’.
“Jadi gara-gara itumi sampai Jokowi
melaporkan Dokter Tifa?” tanya Daeng Tompo’.
“Betul. Jaksa bilang, Dokter Tifa
melakukan fitnah, penghinaan, hingga pencemaran nama baik Presiden RI ke-7 Joko
Widodo. Jaksa menyebut, akibat perbuatannya, Jokowi mengalami kerugian
imateriil dan merasa terhina,” tutur Daeng Nappa’.
“Kenapakah sampai harus ada sidang?”
tanya Daeng Tompo’.
“Jokowi kan merasa terhina dan
dituduh memiliki ijazah palsu,” jawab Daeng Nappa’.
“Maksudku, seharusnya tidak perlu
ada sidang. Jokowi sebagai presiden atau mantan presiden, sebagai seorang bapak
bangsa, seharusnya tidak perlu melapor ke polisi. Cukup panggil Dokter Tifa, dan
semua orang yang menuduhnya memiliki ijazah palsu, kemudian menunjukkan ijazah
aslinya. Kalau itu dilakukan maka selesai persoalan. Tidak perlu ada sidang di
pengadilan,” kata Daeng Tompo’.
“Itumi masalahnya,” kata Daeng
Nappa’.
“Apa masalahnya?” tanya Daeng Tompo’.
“Masalahnya Jokowi tidak mau
memperlihatkan ijazah aslinya,” kata Daeng Nappa’.
“Berarti Jokowi memang sengaja
ingin memenjarakan orang?” ujar Daeng Tompo’.
“Mungkin begitu,” kata Daeng Nappa’.
“Jahatnya itu,” kata Daeng Tompo’
seraya menyeruput kopi pahitnya. (asnawin)
Kamis, 02 Juli 2026
