Rabu, 26 Agustus 2026
Guru Besar Kedokteran Gigi Unhas Bertambah
Tiga Orang
Fakultas Kehutanan dan FIB Masing-masing
Satu Orang
MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA).
Guru besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin (Unhas) bertambah
tiga orang, sedangkan Fakultas Kehutanan dan Fakultas Ilmu Budaya (FIB)
masing-masing bertambah satu orang.
Kelima guru besar itu dikukuhkan dalam Rapat
Paripurna Senat Akademik Terbatas dalam rangka Upacara Pengukuhan dan
Penerimaan Anggota Dewan Profesor, di Ruang Senat Akademik Unhas, Lantai 2
Gedung Rektorat, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Rabu, 26 Agustus 2026.
Tiga guru besar Fakultas Kedokteran yaitu Prof.
Dr. drg. Maria Tanumi Hardja, MDSc (Guru Besar Bidang Ilmu Konservasi Gigi dan
Mikrobiologi Endodontik), Prof. Dr. Asdar, drg., M.Kes (Guru Besar Bidang Ilmu
Periodontologi), dan Prof. Dr. Juni Jekti Nugroho, drg., SpKG SubSp KE (Guru
Besar Bidang Ilmu Biomaterial Endodontik).
Guru besar Fakultas Kehutanan yaitu Prof.
Dr. Ir. Budiaman, M.P., IPU (Guru Besar Bidang Ilmu Serangga Hutan-Lebah Madu),
sedangkan guru besar Fakultas Ilmu Budaya yaitu Prof. Dra. Herawaty Abbas,
M.Hum., M.A., Ph.D (Guru Besar Bidang Ilmu Kesusastraan).
Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, dalam
sambutannya mengatakan, pengukuhan guru besar merupakan momentum untuk
memperkuat budaya keilmuan dan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas,
termasuk melalui kajian interdisiplin dan pertukaran gagasan antarcabang ilmu.
“Jabatan guru besar merupakan tanggung
jawab untuk terus meningkatkan produktivitas akademik dan memberikan kontribusi
melalui pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, serta inovasi. Setelah
menjadi guru besar, jangan berhenti berkarya. Justru setelah mencapai jabatan
guru besar, produktivitas kita harus semakin meningkat,” kata Jamaluddin Jompa.
Semakin banyak guru besar yang dimiliki
Unhas, katanya, semakin besar pula peluang universitas dalam memberikan
kontribusi kepada masyarakat melalui karya akademik dan penelitian.
Para guru besar diharapkan untuk menjadi
pelopor dalam meningkatkan kualitas publikasi ilmiah Unhas, khususnya melalui
publikasi pada jurnal internasional bereputasi.
“Saya berharap para guru besar yang
dikukuhkan dapat mengambil peran strategis dalam membangun ekosistem akademik
yang produktif dan kolaboratif serta memperluas kontribusi Unhas bagi
masyarakat,” ujar Jamaluddin Jompa.
Rapat Paripurna Senat Akademik Terbatas
tersebut dihadiri Ketua, Sekretaris, dan Anggota Majelis Wali Amanat, Senat
Akademik, Dewan Profesor, tamu undangan, serta keluarga para profesor yang
dikukuhkan. (kia)