Membahagiakan Guru dan Wali Kelas Lolita SMPN 2 Bulukumba

REKREASI. Alumni Angkatan 87 SMPN 2 Bulukumba foto bersama para guru dan wali kelas purnabakti dalam perjalanan wisata ke Yogyakarta dan Surabaya pada pekan keempat Agustus 2026. (ist) 

 

-----

PEDOMAN KARYA

Ahad, 30 Agustus 2026

 

Membahagiakan Guru dan Wali Kelas Lolita SMPN 2 Bulukumba

 

Bentuk bakti dan penghormatan, alumni Angkatan 87 SMPN 2 Bulukumba yang oleh para alumni diberi singkatan Lolita, mengajak para guru purnabakti liburan ke Yogyakarta dan Surabaya pada pekan keempat Agustus 2026.

Mengenang jasa para pendidik yang telah membentuk karakter mereka puluhan tahun lalu, Ikatan Alumni Angkatan 1987 (Lolita) SMP Negeri 2 Bulukumba menggelar aksi sosial dan nostalgia yang menyentuh hati.

Dalam kegiatan bertajuk “Nostalgia Putih Biru”, para alumni memboyong 10 orang guru purnabakti, termasuk para mantan wali kelas mereka, untuk menikmati perjalanan liburan lintas pulau.

Kegiatan jokka-jokka atau pelesiran bersama ini diinisiasi secara swadaya oleh komunitas alumni Angkatan 87, termasuk kelompok Lolita Squad 87.

Program ini bertujuan memberikan kebahagiaan, menghibur para guru di masa purnabakti mereka, sekaligus mempererat tali silaturrahim yang telah terjalin selama hampir empat dekade.

Perwakilan alumni Angkatan 87 SMPN 2 Bulukumba menyatakan bahwa agenda ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi dari para murid yang kini telah sukses di berbagai bidang, terhadap dedikasi tanpa pamrih para guru semasa mereka bersekolah dulu.

Kehadiran para guru purnabakti ini membawa suasana haru sekaligus suka cita mendalam sepanjang perjalanan dari Bulukumba ke Makassar, 26 Agustus 2026, kemudian terbang ke Yogyakarta pada 27 Agustus 2026.

Di Yogyakarta mereka mengunjungi sejumlah tempat wisata selama tiga hari. Keesokan harinya lanjut naik kereta api ke Surabaya, kemudian pulang ke Makassar dengan naik Kapal Pesiar Darma Kencana VII.

“Ini salah satu ucapan terima kasih kami kepada bapak ibu guru. Aksi inspiratif dari alumni SMPN 2 Bulukumba alias Lolita ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata bagi generasi muda dan komunitas alumni lainnya di Indonesia mengenai pentingnya menghormati dan menjaga hubungan baik dengan para pahlawan tanpa tanda jasa hingga masa tua mereka,” kata Ketua Lolita, Irfan Syahrir. (andi muhammad yusuf mansur)

 


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama