STAI Al Bayan Makassar Wisuda 62 Sarjana

WISUDA SARJANA. Ketua Umum DPP Hidayatullah, KH Naspi Arsyad, memberikan sambutan pada Sidang Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Wisuda Angkatan II Program Sarjana, di Swiss Bel-Inn, Makassar, Rabu, 26 Agustus 2026. (Foto: Humas STAI Al Bayan)   

 

------

Kamis, 27 Agustus 2026


KAMPUS

                                                     

STAI Al Bayan Makassar Wisuda 62 Sarjana

 

KH Naspi Arsyad: Kader Hidayatullah Telah Dibekali Fondasi Spiritual yang Kuat

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Bayan Makassar mewisuda 62 sarjana dalam Sidang Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Wisuda Angkatan II Program Sarjana, di Swiss Bel-Inn, Makassar, Rabu, 26 Agustus 2026.

Ke-62 sarjana tersebut berasal dari tiga program studi, yakni Tadris Matematika, Ekonomi Syariah, dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).

Prosesi wisuda dipimpin langsung oleh Ketua STAI Al Bayan, Dr. Abdul Kadir Mahmud, bersama jajaran Dewan Senat Dr Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (Ketua) dan jajaran, serta Ketua Yayasan Al Bayan Muhammad Arfah MM maupun sivitas akademika.

Acara tersebut melengkapi rangkaian prosesi kelulusan yang diawali dengan malam ramah tamah sehari sebelumnya.

Ketua Umum DPP Hidayatullah, KH Naspi Arsyad Lc dalam sambutannya menyoroti fenomena maraknya Generasi Z (Gen Z) yang sering merasa gelisah dan tidak menikmati pekerjaannya.

Ia menegaskan bahwa lulusan STAI Al Bayan sebagai kader Hidayatullah telah dibekali jati diri dan fondasi spiritual yang kuat untuk menghalau kegelisahan tersebut.

“Dengan ketaqwaan dan kedekatan yang erat kepada Allah SWT, para alumni akan memiliki pijakan yang kokoh dalam menjalani peran dan pengabdian di tengah masyarakat,” tegas Naspi Arsyad.

Prosesi wisuda juga diisi dengan orasi ilmiah bertajuk: “Sarjana dan Misi Peradaban” yang disampaikan oleh Ketua Departemen Pendidikan Tinggi dan Litbang DPP Hidayatullah, Muhammad Saddam MAk.

Dalam orasinya, ia memaparkan pentingnya peran strategis lulusan perguruan tinggi dalam membangun peradaban Islam di tengah era yang kian kompleks.

Agenda monumental ini turut dihadiri oleh Sekretaris Kopertais Wilayah VIII Dr. KH Nur Taufiq Sanusi Baco, Ketua DPW Hidayatullah Sulsel Dr. Muhammad Saleh, jajaran serta sejumlah tokoh masyarakat, pejabat, dan tamu undangan.

Abdul Kadir Mahmud pada malam ramah tamah mengutarakan rasa bangganya karena institusinya tetap konsisten mencetak lulusan di tengah tantangan yang dialami banyak perguruan tinggi tinggi keagamaan Islam swasta.

Dalam pesannya, ia mengingatkan para wisudawan agar tidak tinggi hati ketika mengenakan toga.

“Toga bukan makhkota yang perlu dibanggakan, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan,” ujar Abdul Kadir.

Ia menegaskan bahwa para alumni tidak lagi menjalani masa pengabdian, melainkan langsung mendapatkan lokasi penugasan untuk bekerja secara nyata di tengah masyarakat dengan membekali diri melalui ilmu, akhlak, dan karya.

Sekretaris Kopertais Wilayah VII, Nur Taufik Sanusi Baco dalam sambutannya mendorong agar STAI Al Bayan berikhtiar meningkatkan status dari sekolah tinggi menjadi institut.

“Syarat menjadi institut memiliki empat prodi, STAI Al Bayan tinggal menambah satu prodi lagi yang menjadi kebutuhan Hidayatullah,” harapnya.

Kegiatan wisuda ditutup dengan prosesi pembacaan surat keputusan penugasan penempatan kerja kepada seluruh sarjana yang telah diwisuda.

Penugasan tidak saja untuk mengemban amanah di berbagai pondok pesantren juga untuk penugasan melanjutkan pendidikan seperti tugas seorang alumni STAI Al Bayan melanjutkan pendidikan di Australia. (fil)

 


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama