------
Kamis, 15 Oktober 2026
Andi Herfida Attas Nakhodai Pemuda Panca
Marga Sulsel
MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA).
Andi Herfida Attas resmi memimpin Pengurus Daerah Pemuda Panca Marga (PD PPM)
Sulawesi Selatan Periode 2026–2031. Pelantikan pengurus tersebut digelar di
Hotel Swiss-Belhotel Panakkukang, Makassar, Rabu, 14 Oktober 2026.
Andi Herfida dipercaya memimpin organisasi
yang menjadi wadah putra-putri veteran tersebut setelah terpilih secara
aklamasi. Amanah itu diharapkan menjadi momentum memperkuat konsolidasi
organisasi, kaderisasi generasi penerus, serta pengabdian kepada masyarakat.
Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Panca
Marga (PP PPM), Patriani Paramita Mulya, menyampaikan keyakinannya terhadap
soliditas dan kemampuan pengurus PPM Sulsel dalam menjalankan roda organisasi.
Ia menilai, Sulawesi Selatan memiliki
potensi besar untuk mengembangkan organisasi. Karena itu, konsolidasi perlu
terus dilakukan agar seluruh jajaran kepengurusan bergerak dalam satu arah dan
mampu menghadapi berbagai tantangan.
Patriani mengatakan, konsolidasi merupakan
pekerjaan penting yang harus dijalankan di setiap tingkatan organisasi. Namun,
ia optimistis upaya tersebut dapat berjalan baik di Sulawesi Selatan dengan
dukungan seluruh pengurus.
Tantangan organisasi Pemuda Panca Marga ke
depan, lanjutnya, tidaklah ringan. Karena itu, dibutuhkan kepemimpinan yang
kuat, soliditas antaranggota, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan
zaman.
Patriani, yang merupakan ketua umum
perempuan pertama PP PPM, mengaku bangga melihat kiprah perempuan di Sulawesi
Selatan. Ia menilai, keterlibatan perempuan dalam posisi kepemimpinan menjadi
bukti bahwa kesempatan berorganisasi dan berkontribusi terbuka bagi semua
pihak.
Ketua Pemuda Panca Marga Sulsel, Andi
Herfida Attas, mengatakan kepercayaan yang diberikan kepadanya melalui
pemilihan secara aklamasi merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh
tanggung jawab.
Ia mengaku menerima kepercayaan tersebut
dengan rasa syukur. Baginya, PPM memiliki ikatan historis dan kekeluargaan yang
kuat dengan para veteran sehingga menjadi organisasi yang memiliki tanggung
jawab moral untuk meneruskan nilai perjuangan para pendahulu.
Andi Herfida menegaskan, hasil musyawarah
dan pelantikan tidak boleh berhenti sebatas pergantian kepengurusan.
Kesepakatan yang telah dicapai harus diwujudkan melalui kerja nyata yang
manfaatnya dapat dirasakan anggota maupun masyarakat.
Untuk menjalankan amanah tersebut, ia
menyiapkan sejumlah prioritas bagi kepengurusan PPM Sulsel periode 2026–2031.
Pertama, memperkuat konsolidasi internal
melalui komunikasi yang teratur dan pembagian tanggung jawab yang jelas di
setiap tingkatan kepengurusan. Langkah ini diperlukan agar seluruh pengurus
memahami tugas masing-masing dan mampu bekerja secara terkoordinasi.
Kedua, mengembangkan kaderisasi yang
terarah. Andi Herfida menilai, generasi muda dari keluarga veteran perlu
mendapat ruang untuk belajar kepemimpinan, memperluas wawasan kebangsaan, serta
mengembangkan keterampilan yang mendukung kemandirian.
Ia juga menekankan pentingnya melibatkan
anak dan cucu veteran sebagai generasi penerus organisasi. Kehadiran generasi
muda diharapkan membawa gagasan baru, inovasi, dan semangat untuk menjaga
keberlanjutan PPM.
Ketiga, memperluas pengabdian kepada
masyarakat melalui kegiatan sosial, kepedulian terhadap keluarga veteran,
keterlibatan dalam penanganan bencana, serta pembinaan pemuda sesuai kemampuan
organisasi dan kebutuhan di lapangan.
Andi Herfida turut menekankan pentingnya
pengelolaan organisasi yang tertib dan terbuka. Ia berkomitmen membangun
kepemimpinan yang bersedia menerima masukan serta memberikan kesempatan kepada
setiap pengurus untuk berkontribusi.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan
Dewan Pimpinan Daerah Legiun Veteran Republik Indonesia (DPD LVRI) Sulsel,
Abdul Rasyid, menekankan pentingnya menjaga kedewasaan berorganisasi,
persatuan, dan semangat kekeluargaan setelah pelaksanaan Musyawarah Daerah
(Musda).
Ia mengingatkan, perbedaan pendapat dalam
proses musyawarah merupakan hal yang wajar. Namun, seluruh perbedaan tersebut
harus diselesaikan dengan mengedepankan kepentingan organisasi dan semangat
persaudaraan.
Menurutnya, kepengurusan baru perlu
merangkum berbagai gagasan yang muncul dalam forum Musda menjadi program kerja
konkret. Program tersebut diharapkan adaptif terhadap perkembangan era digital
serta memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Pelantikan ini turut dihadiri mantan Wakil
Gubenur Sulsel dan mantan Ketua PD PPM Sulsel, Agus Arifin Nu'mang, mantan
Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, mantan Pangdam XIV/Hasanuddin,
Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki, Wakil Walikota Makassar, Aliyah Mustika
Ilham, Kaban Kesbangpol, Fathur Rahim, Unsur Forkopimda Pemprov Sulsel,
Pengurus LVRI Sulsel, Pengurus PPM Sulsel dan daerah, serta sejumlah tokoh masyarakat
dan undangan lainnya. (Beddu Lahi)
