-----
Jumat, 23 Oktober 2026
PWI Sulsel Tunjuk Empat Plt Ketua PWI
Kabupaten
MAKASSAR,
(PEDOMAN KARYA). Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)
Sulawesi Selatan menunjuk empat Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PWI Kabupaten
se-Sulsel yang saat ini mengalami kekosongan setelah periode kepengurusan
berakhir.
Keempat Plt Ketua
PWI tersebut yaitu Ikhsan DJ sebagai Plt Ketua PWI Kabupaten Gowa, Mappiar HS sebagai
Plt Ketua PWI Kabupaten Maros, Dr. Andi Asdar sebagai Plt Ketua PWI Kabupaten Bone,
dan A. Fas Rahmat sebagai Plt Ketua PWI Kabupaten Wajo.
Para Ketua PWI Kabupaten yang telah habis
masa kepengursannya yaitu Muhammad Arman K. Sewang sebagai Ketua PWI Kabupaten Gowa,
Mukhlis Amans Hady sebagai Ketua PWI Kabupaten Maros, Suparman Warium sebagai Ketua
PWI Kabupaten Bone, serta H. Rukman Nawawi sebagai Ketua PWI Kabupaten Wajo.
Penunjukan Plt Ketua PWI Kabupaten
tersebut diputuskan dalam Rapat Pengurus PWI Sulsel, di Warkop Kopi Setia,
Jalan Irian, Makassar, Rabu, 21 Oktober 2026.
Rapat dipimpin langsung Ketua PWI Sulsel, Suwardi
Thahir, dan dihadiri oleh Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, Dewan Kehormatan,
serta jajaran pengurus PWI Sulsel lainnya.
Fokus utama pertemuan ini difokuskan pada
satu misi menjamin mesin organisasi tetap melaju kencang meski pucuk pimpinan
di tingkat daerah sempat tak berpenghuni.
Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Sulsel, Mappiar
HS, mengatakan, penetapan Plt Ketua PWI Kabupaten bertumpu pada tanggung jawab
besar.
“Langkah ini bukan sekadar pengisian
administratif. Roda organisasi tidak boleh mandek. Plt Ketua hadir agar program
kerja berlanjut dan anggota tetap terayomi. Tugas utama Plt adalah mengawal
persiapan Konferensi Cabang demi melahirkan ketua definitif di daerahnya
masing-masing,” tegasnya.
Ia juga menggarisbawahi bahwa aspek rekam
jejak serta integritas menjadi barometer utama pemilihan Plt. Mappiar
mengingatkan, wadah para insan pers ini wajib terbebas dari kepentingan
individual dan harus menempatkan kapasitas serta komitmen menjaga marwah PWI di
atas segalanya.
Diskusi berjalan interaktif dan sarat
gagasan. Sejumlah peserta rapat mengingatkan bahwa eksistensi PWI di daerah
merupakan benteng utama dalam mengawal profesionalisme wartawan. Momen
kekosongan kepemimpinan ini dipandang sebagai ujian nyata bagi kesolidan
jajaran pengurus.
Di tengah jalannya perdebatan, muncul
pemahaman kolektif. PWI dituntut untuk selalu hadir sebagai rumah pelindung
wartawan, menjaga independensi insan pers, serta konsisten menjadi mitra kritis
pengawal demokrasi.
Langkah cepat PWI Sulsel ini menjadi
pijakan penting bagi masa depan organisasi. Kehadiran para Plt diharapkan
sanggup menjaga kontinuitas kerja serta memastikan para jurnalis di daerah
memiliki wadah yang solid dan menguatkan.
“Kekosongan kepemimpinan bukanlah titik
henti, melainkan gerbang awal menuju konsolidasi yang lebih kuat. PWI Sulsel
berkomitmen penuh bahwa organisasi wajib bergerak maju, program terus berjalan,
dan muruah insan pers tidak boleh pernah padam,” kata Mappiar. (jw)
