![]() |
| ASESOR LAM PTIK. Tiga dosen Unismuh Makssar dari kiri ke kanan, Dr Jumiati, Dr Asni Anwar, dan Dr Darmawati lolos seleksi calon asesor LAM PTIP Tahun 2026. |
-----
Sabtu, 17 Oktober 2026
Tiga Dosen Pertanian Unismuh Makassar
Lolos Calon Asesor LAM PTIP
Prof Kasifah Juga Sudah Lolos
MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA).
Tiga dosen Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar lolos
seleksi calon asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu
Pertanian (LAM PTIP) tahun 2026.
Mereka akan mengikuti pelatihan dan
penyamaan persepsi di Jakarta pada 22–23 Oktober 2026 sebelum dapat ditetapkan
sebagai asesor.
Ketiga dosen itu ialah Dr Jumiati (Prodi Agribisnis),
Dr Asni Anwar, dan Dr Darmawati (Prodi Budidaya Perairan).
Nama mereka tercantum dalam Surat
Keputusan Direktur Dewan Eksekutif LAM PTIP Nomor 007/SK/DE/LAMPTIP/X/2026 yang
ditetapkan di Surakarta, Kamis, 15 Oktober 2026.
Dalam keputusan tersebut, ketiganya
termasuk di antara 97 akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia
yang dinyatakan lulus seleksi melalui jalur asesor baru. Darmawati tercantum
pada urutan ke-14, Jumiati ke-18, dan Asni Anwar ke-32.
Jumiati menyambut hasil seleksi itu
sebagai kesempatan untuk berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan
tinggi, khususnya pada bidang ilmu pertanian.
“Alhamdulillah, kami bersyukur atas
kepercayaan yang diberikan LAM PTIP. Bagi kami, kelulusan seleksi ini bukan
sekadar pencapaian pribadi, melainkan amanah untuk ikut berkontribusi dalam
peningkatan mutu pendidikan tinggi, khususnya pada bidang ilmu pertanian,” ujar
Jumiati.
Menurut dia, pekerjaan asesor menuntut
lebih dari sekadar penguasaan instrumen akreditasi. Integritas, objektivitas,
dan kemampuan memahami penyelenggaraan program studi menjadi bagian penting
dalam proses penilaian mutu perguruan tinggi.
“Menjadi asesor membutuhkan integritas,
objektivitas, dan pemahaman yang mendalam terhadap standar penjaminan mutu.
Karena itu, kami akan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk mengikuti tahapan
pelatihan dan penyamaan persepsi yang telah ditetapkan LAM PTIP,” katanya.
Pelatihan di Jakarta
Berdasarkan surat LAM PTIP Nomor
045/SU/DE/LAMPTIP/X/2026 tertanggal 14 Oktober 2026, pelatihan calon asesor
akan berlangsung secara tatap muka di Jakarta, Kamis–Jumat, 22-23 Oktober
2026.Kegiatan dimulai pukul 11.00 WIB pada hari pertama, sedangkan lokasi hotel
penyelenggaraan masih menunggu konfirmasi.
Pelatihan mencakup sistem penjaminan mutu
internal, sistem akreditasi nasional, prosedur akreditasi program studi, serta
persyaratan untuk memperoleh peringkat akreditasi Unggul.
Peserta juga akan mempelajari teknik
asesmen kecukupan dan asesmen lapangan, dilanjutkan dengan simulasi penggunaan
sistem akreditasi. Pada hari kedua, kegiatan berfokus pada evaluasi hasil
penilaian, etika asesor, penandatanganan pakta integritas, dan penyamaan
persepsi.
Pelatihan tersebut menjadi tahapan wajib
bagi calon asesor yang telah lulus seleksi. Penetapan sebagai asesor LAM PTIP
baru dilakukan setelah peserta menyelesaikan seluruh tahapan dan memenuhi
persyaratan yang ditentukan.
Kelulusan Jumiati, Asni Anwar, dan
Darmawati menambah jumlah akademisi Fakultas Pertanian Unismuh yang lolos
seleksi calon asesor LAM PTIP sepanjang 2026.
Sebelumnya, Guru Besar Fakultas Pertanian
Unismuh, Prof Dr Ir Kasifah, MP, dinyatakan lulus seleksi melalui jalur
rekognisi berdasarkan keputusan LAM PTIP tertanggal 30 Juli 2026.
Dengan demikian, empat akademisi Fakultas
Pertanian Unismuh telah lolos seleksi calon asesor LAM PTIP melalui dua jalur
rekrutmen berbeda pada tahun ini.
Jumiati berharap pengalaman mengikuti
proses seleksi dan pelatihan asesor dapat memberikan manfaat bagi pengembangan
Fakultas Pertanian Unismuh.
“Akreditasi semestinya tidak hanya
dipandang sebagai pemenuhan dokumen, tetapi sebagai proses berkelanjutan untuk
meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada
masyarakat,” ujar Jumiati. (asnawin)
