-----
Kamis, 05 November 2026
LKKNU Sulsel Gelar
Gerakan Pesantren untuk Keluarga Maslahah
MAKASSAR, (PEDOMAN
KARYA). Lembaga
Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Sulawesi Selatan menggelar
kegiatan Gerakan Pesantren untuk Keluarga Maslahah, di Balai Diklat Keagamaan
(BDK) Makassar, Kamis, 12 November 2026.
Kegiatan tersebut rencananya akan dihadiri
Dirjen Pesantren Kemenag RI, Dr. H. Basnang Said, dan Ketua Tanfidziyah PWNU
Sulawesi Selatan, AGH. Prof. Hamzah Harun Al-Rasyid, serta ratusan peserta.
“Gerakan Pesantren untuk Keluarga
Maslahah ini merupakan upaya memperkuat ketahanan dan pemberdayaan keluarga
berbasis pesantren,” kata Ketua LKKNU Sulsel, Kamaruddin Mustamin, dalam
kunjungan silaturrahim jajaran pengurus LKKNU Sulsel dengan Ketua Tanfidziyah
PWNU Sulawesi Selatan, AGH. Prof. Hamzah Harun Al-Rasyid, di Makassar, Senin, 02
November 2026.
Kamaruddin mengatakan, Dirjen
Pesantren Kemenag RI, Dr. Basnang Said, dan Ketua Tanfidziyah PWNU Sulawesi
Selatan, AGH. Prof. Hamzah Harun Al-Rasyid, diharapkan hadir memberikan arahan
sekaligus dukungan terhadap gerakan pemberdayaan keluarga tersebut.
Gerakan Pesantren untuk Keluarga
Maslahah merupakan bagian dari program penguatan peran pesantren dalam
membangun keluarga yang harmonis, berdaya, dan memiliki ketahanan menghadapi
berbagai tantangan sosial.
“Program ini juga menjadi bentuk
kontribusi LKKNU dalam memperluas kemitraan dan pengabdian kepada masyarakat,”
kata Kamaruddin Mustamin yang didampingi Syaharuddin Abu dan Mallingkai Ilyas
selaku Anggota LKKNU Sulsel, serta Ahmad Dahlan selaku Pembina Hadrah.
Dalam pertemuan dengan Ketua PWNU
Sulsel, Kamaruddin juga menyampaikan perkembangan kelembagaan sekaligus program
dan rencana kegiatan LKKNU Sulsel.
“Kami berharap Gurutta Ketua PWNU
Sulsel berkenan hadir pada kegiatan Gerakan Pesantren untuk Keluarga Maslahah,
sekaligus memberikan penguatan bagi gerakan ini," ungkap Kamaruddin.
Dia mengatakan, pesantren memiliki
potensi strategis dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya
keluarga yang berkualitas dan berkemaslahatan.
“Pesantren tidak hanya berperan
dalam pendidikan dan dakwah, tetapi juga dapat menjadi ruang edukasi dan
penguatan nilai-nilai keluarga,” kata Kamaruddin.
Ketua PWNU Sulsel, AGH. Prof.
Hamzah Harun Al-Rasyid, menyambut baik rencana kegiatan LKKNU Sulsel dan menyatakan
kesediaannya untuk hadir.
AGH Hamzah Harun juga berharap
LKKNU Sulsel mampu menghadirkan program-program yang menyentuh langsung
kebutuhan masyarakat. Menurutnya, persoalan keluarga saat ini semakin kompleks
dan membutuhkan perhatian serta keterlibatan berbagai pihak, termasuk
organisasi keagamaan.
Sejumlah persoalan yang perlu
menjadi perhatian LKKNU antara lain jeratan pinjaman online (pinjol), stunting,
kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), edukasi sejak usia dini, pendidikan
keluarga, keluarga berencana, hingga kesehatan keluarga.
“LKKNU perlu hadir di tengah
persoalan tersebut. Bagaimana lembaga ini dapat memberikan kontribusi nyata,
menghadirkan edukasi, pendampingan, dan program yang memberikan maslahat serta
manfaat bagi umat, khususnya dalam bidang keluarga,” kata AGH Hamzah Harun.
Ia juga mendorong LKKNU Sulsel membangun
kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar program pemberdayaan
keluarga tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat dilaksanakan
secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata. (kia)
