iklan

Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » » » » » Mohammad Saleh Bercita-cita Jadi Dosen, “Apes” Jadi Ketua DPD RI


Pedoman Karya 11:44 PM 0


CITA-CITA JADI DOSEN. Ketua DPD RI Mohammad Saleh menjadi dosen Kuliah Tamu, di Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Sabtu, 25 Maret 2017. Saleh mengaku bercita-cita jadi dosen, tetapi "apes" menjadi Ketua DPD RI. (Foto: Asnawin)







------
PEDOMAN KARYA
Ahad, 26 Maret 2017


Mohammad Saleh Bercita-cita Jadi Dosen, “Apes” Jadi Ketua DPD RI


Penampilannya biasa-biasa saja, apalagi kalau tidak memakai jas dan juga tidak sedang memimpin rapat. Begitu pun saat datang ke kampus di Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Sabtu, 25 Maret 2017, untuk membawakan Kuliah Umum di hadapan ratusan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unismuh Makassar.
“Mungkin orang bilang, Ketua DPD RI kok penampilannya culun begitu,” kata Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Mohammad Saleh, sambil tertawa dan diikuti tawa dan tepuk-tangan meriah mahasiswa dan dosen.
Masih dalam suasana bercanda, pria kelahiran Curup, Rejang Lebong, Bengkulu, 10 Juli 1966, mengatakan dirinya sebenarnya malu jika biodatanya dibacakan di depan orang banyak, apalagi dengan menyebutkan berbagai perusahaan yang didirikannya seperti dibacakan pembawa acara pada acara pembukaan.
“Sebetulnya cita-cita saya itu ingin jadi dosen, tetapi Allah mentakdirkan saya tidak menjadi dosen. Allah mengatakan kerja yang lain sajalah, akhirnya agak apes juga jadi Ketua DPD RI,” ujar Saleh sambil tertawa dan lagi-lagi disambut tawa dan tepuk-tangan meriah dari ratusan mahasiswa dan dosen, termasuk Wakil Rektor IV Unismuh HM Saleh Molla, dan Dekan FEB Unismuh Ismail Rasulong.
Saleh yang saat berkunjung ke Unismuh Makassar didampingi antara lain dua Anggota DPD RI Asal Sulsel, yakni Azis Qahar Mudzakkar dan Ajiep Padindang, serta seorang Anggota DD RI asal Riau, Abdul Gafar Usman, mengakui bahwa ketika kuliah pada Fakultas Ekonomi Ekonomi Universitas Bengkulu, dirinya juga dikenal sebagai mahasiswa yang nakal.
“Saya memang nakal, tapi saya tidak bodoh. Saya aktif berorganisasi. Saya terpilih menjadi Ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Universitas Bengkulu. IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) saya bagus. Ada juga mahasiswa yang diam-diam tapi bodoh. Diam-diam tapi IPK-nya rendah,” katanya lalu kembali tertawa. (asnawin)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply