iklan

Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » » Ayu Putri Utami Terbaik di Unibos, Yap Dewi Tirta Raih IPK 4,0


Pedoman Karya 2:49 AM 0


WISUDAWAN TERBAIK. Ayu Putri Utami dari Fakultas Ekonomi yang meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,97, dinobatkan sebagai wisudawan terbaik tingkat universitas pada acara Wisuda ke-54 Periode II Tahun Akademik 2017/2018 Universitas Bosowa (Unibos) Makassar, di Balai Sidang 45 Kampus Unibos, Selasa, 16 Oktober 2018. (ist)





------

Jumat, 19 Oktober 2018


Ayu Putri Utami Terbaik di Unibos, Yap Dewi Tirta Raih IPK 4,0


MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Ayu Putri Utami dari Fakultas Ekonomi yang meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,97, dinobatkan sebagai wisudawan terbaik tingkat universitas pada acara Wisuda ke-54 Periode II Tahun Akademik 2017/2018 Universitas Bosowa (Unibos) Makassar, di Balai Sidang 45 Kampus Unibos, Selasa, 16 Oktober 2018.

Wisudawan terbaik Program Pascasarjana tercatat atas nama Yap Dewi Tirta, dengan meraih IPK sempurna 4,00. Wisudawan terbaik fakultas lainnya, yaitu Ardiansyah (Fakultas Sastra) dengan IPK 3,97, Wahyuni (FKIP) dengan IPK 3,95, Rosula Paul (Fisipol) dengan IPK 3,81.

Selanjutnya, Kadek Rantawan Puta (Fakultas Pertanian) dengan IPK 3,62, Radhian Lubritama (Fakultas Teknik) dengan IPK 3,52, Fitriani Ihsan (Fakultas Hukum) dengan IPK 3,86, serta Nur Fathirunnisa (Fakultas Psikologi) dengan IPK 3,81.

Para wisudawan terbaik tersebut menerima penghargaan dari Unibos dan Yayasan Aksa Mahmud, yang diserahkan oleh Ketua Yayasan Aksa Mahmud, Melinda Aksa, didampingi Ketua BPH Yayasan Aksa Mahmud, Cahyo Winarto, dan Rektor Unibos, Prof Saleh Pallu, serta disaksikan oleh Kepala L2Dikti Wilayah IX Sulawesi Prof Jasruddin Malago, para undangan, dan para wisudawan.

Acara wisuda dirangkaikan pengukuhan guru besar kepada dua dosen Fakultas Hukum Unibos, yakni Prof Marwan Mas, dan Prof Muhammad Arfah Pattenreng. Sebelum pengukuhan guru besar, Marwan Mas membawakan orasi ilmiah berjudul “Fenomena Korupsi Dalam Perspektif Yuridis”, sedangkan Muhammad Arfah Pattenreng membawakan orasi berjudul “Urgensi Hukum dan Keadilan Sebagai Bingkai Pembangunan Dalam Masyarakat.” (ima)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply