iklan

Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » » » » Balasan Allah untuk Orang-orang Taqwa (2)


Asnawin Aminuddin 1:46 AM 0


Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir) (Al-Hijr/15 : 45). (int)






----
PEDOMAN KARYA
Selasa, 02 Juni 2019

Suluh Ramadhan 1440 H - Jalan Menuju Taqwa (27):


Balasan Allah untuk Orang-orang Taqwa (2)




Oleh: Abdul Rakhim Nanda
(Wakil Sekretaris Muhammadiyah Sulsel / Wakil Rektor I Unismuh Makassar)


Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir) (Al-Hijr/15 : 45).


Allah SWT menggambarkan keindahan surga dan kenikmatan yang dirasakan para penghuninya dengan berbagai ilustrasi dalam al-Qur’an.

Selain gambaran dalam ayat 45 ini, dalam ayat selanjutnya digambarkan pula bahwa, pertama, orang-orang bertaqwa itu disambut dan dipersilakan oleh Allah SWT memasuki gerbang area surga dengan jaminan keselamatan tanpa ragu-ragu.

(Dikatakan kepada mereka): “Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman” (QS al-Hijr/15:46).

Itulah sambutan Allah yang penuh kesejukan bagi orang yang bertaqwa.

----
Artikel terkait:

Balasan untuk Orang-orang Taqwa (1)

------

Kedua, suasana hati para penghuni surga (orang bertaqwa), dimana penyakit dalam hatinya dicabut dan mereka dalam suasana bersenda-gurau penuh dengan kegembiraan

Allah berfirman, “Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan” (QS al-Hijr/15 : 47).

Tergambar pada ayat ini perbedaan suasana hati para penghuni surga dengan manusia penghuni dunia ini yang memiliki tabiat dendam yang tidak akan pernah hilang akarnya, baik oleh kekuatan iman maupun kekuatan Islam.

Islam hanya memberi terapi tabiat ini agar menjadi ringan. Demikian pejelasan Sayyid Qutb dalam tafsir Fie Zilalil Qur’an.

Suasana hati seperti ini dapat dipahami karena kehidupan di dunia masih saling membaur antara pelaku kemaksiatan dan pelaku kesalehan, yang kerap kali menjadi pemicu lahirnya rasa cinta dan benci / dendam.

Bagi orang yang dibimbing oleh taqwanya, hati yang dihinggapi rasa dendam dapat ditata menjadi “cinta dan benci sesuatu karena Allah.”

Berbeda dengan penghuni surga yang hanya terdiri dari orang-orang baik, orang saleh (homogen), maka tidak ada lagi alasan “benci karena Allah”, tetapi semuanya tersisa saling cinta dan kasih sayang, karena –selain penghuninya hanya orang baik-baik-- memang penyakit hatinya sudah dicabut oleh Allah SWT.

Menurut Buya Hamka dalam tafsir al-Ahzar, nikmat yang paling tinggi di surga adalah nikmat ketika dicabutnya penyakit hati para penghuninya, sehingga mereka selalu diliputi dengan kedamaian dan ketentraman.

Ketiga, ketika mereka disambut oleh Allah dengan keselamatan, dicabut segala rasa dendam dalam hati mereka, maka inilah yang menjadikan: “Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya” (QS al-Hijr/15 : 48). Sungguh nikmat yang tiada tara.

Wahai orang bertaqwa! Ketahuilah bahwa salah satu faktor penentu kenyamanan hidup di dalam surga adalah dicabutnya penyakit hati oleh Allah SWT bagi para penghuninya.

Menjaga hati agar terhindar dari penyakit dalam menjalani kehidupan di dunia ini sama halnya dengan melatih diri menikmati kehidupan di surga. Maka mari berusaha menghindari penyakit hati, semoga nikmatnya berlanjut di surga nanti!

-----
Baca juga:

Keadaan Orang-orang Taqwa (2)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply