Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » » » » Lebaran Tanpa Salam-salaman


Pedoman Karya 5:42 PM 0


CELENGAN KARDUS. Dua jamaah perempuan tampak membawa celengan kardus yang diperuntukkan bagi jamaah yang akan berinfak pada pelaksanaan shalat ied, di Masjid Nurul Takwa, Dusun Kokowa, Desa Bontobiraeng Utara, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, Ahad, 24 Mei 2020. (Foto: Rahayu Umrayani)







-----------

PEDOMAN KARYA
Kamis, 28 Mei 2020


Lebaran Tanpa Salam-salaman



Laporan: Rahayu Umrayani
(Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar)


Setelah berpuasa satu bulan penuh, umat Islam di seluruh dunia pun menyambut Hari Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 1441. Namun lebaran tahun ini terasa sangat berbeda dibanding lebaran tahun-tahun sebelumnya.

Berbeda karena dengan adanya wabah global atau pendemi virus corona alias Covid-19, banyak sekali pembatasan yang harus dijalani masyarakat, terutama pembatasan sosial (social distancing), sehingga jamaah shalat ied pun terpaksa mengikuti aturan tersebut, antara lain memakai masker dan tidak bersalaman saat berada di lokasi tempat pelaksanaan lebaran Idul Fitri.

Dan itulah yang terlihat pada pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1441 H, di Dusun Kokowa, Desa Bontobiraeng Utara, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, Ahad, 24 Mei 2020.

Kalau tahun-tahun sebelumnya, shalat ied selalu dilaksanakan di lapangan terbuka, maka shalat ied tahun ini terpaksa dilaksanakan di dalam masjid. Ironisnya, meskipun dilaksanakan di dalam masjid, jumlah jamaah ternyata tetap tidak banyak, padahal seharusnya jamaah membludak hingga ke jalanan.

Shalat ied di Dusun Kokowa dilaksanakan di Masjid Nurul Takwa. Setiap orang yang memasuki mesjid diwajibkan menggunakan masker. Kemudian shalat ied pun dilaksanakan seperti biasanya yang didahului shalat lalu ditutup dengan khotbah ied. 

Sebelum shalat, seperti biasanya, juga ada jamaah yang membawa celengan infak dan berjalan di depan para jamaah.

Namun dalam pelaksanaan shalat, tidak ada jarak antar-jamaah alias tetap berdempetan satu sama lain. Suasana menjadi tidak nyaman dan terasa sangat lain seusai shalat, karena biasanya kita bersalam-salaman, bahkan kadang saling berpelukan, tapi kali ini jamaah hanya saling lempar senyum dan kemudian langsung pulang ke rumah masing-masing tanpa jabat tangan atau salam-salaman.

Editor: Asnawin Aminuddin

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply