Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » » » » Lebih Utamakan Keselamatan Rakyat, ARN Urung Maju di Pilwalkot Makassar


Asnawin Aminuddin 8:14 PM 0


Bakal calon Walikota Makassar, Abdul Rachmat Noer (ARN) menyatakan urung maju karena lebih mengutamakan keselamatan dan kesehatan rakyat si tengah pandemi Covid-19.






-------
Jumat, 12 Juni 2020

Lebih Utamakan Keselamatan Rakyat, ARN Urung Maju di Pilwalkot Makassar 


MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Bakal calon Walikota Makassar, Abdul Rachmat Noer (ARN) menyatakan urung maju karena lebih mengutamakan keselamatan dan kesehatan rakyat di tengah pandemi Covid-19.

"Menyikapi kebijakan penyelenggaraan Pilkada serentak pada Desember 2020, maka dengan ini saya menyatakan tidak akan melanjutkan proses pencalonan Walikota Makassar dengan pertimbangan lebih mengutamakan keselamatan dan kesehatan rakyat di tengah pandemi Covid-19 yang saat ini masih menjadi darurat bencana nasional sesuai Keputusan Presiden," tegas ARN, kepada wartawan di Makassar, Jumat, 12 Juni 2029.

Bagi ARN, keselamatan dan kesehatan rakyat jauh lebih penting dan lebih utama dibandingkan pesta demokrasi di tengah pandemi Covid-19.

"Saya mengucapkan banyak terima kasih yang tak terhingga dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh tim sukses yang telah bekerja keras selama ini dan mengawal seluruh kegiatan sosialisasi siang dan malam bersama kami. Permohonan maaf juga kami sampaikan jika selama bersama mengawal kegiatan sosialisasi terdapat hal-hal yang kurang berkenan di hati," kata ARN.

Ia sekali lagi menyampaikan permohonan maaf dan sangat berharap agar seluruh tim sukses dapat memahami keputusannya tersebut.

"Semoga kita semua, masyarakat kota Makassar, diberi kekuatan dan perlindungan dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, khususnya dalam menghadapi musibah pandemi Covid-19," kata ARN.

Tunda Pilkada

Menyinggung penundaan Pilkada serentak dari bulan September ke bulan Desember 2020, ARN bahkan mengusulkan agar Pilkada serentak ditiadakan tahun ini dan ditunda ke tahun berikutnya.

"Menurut hemat saya, justru sangat tidak demokratis jika Pilkada dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19. Hakikat demokrasi adalah penghargaan terhadap hak-hak rakyat, termasuk hak untuk hidup sehat dan terbebas dari ancaman rasa takut terhadap virus mematikan. Dan ini adalah tugas serta kewajiban pemerintah," tandas ARN. (asnawin)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply