Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

» » » » » Trend Budaya Digital dan Kreativitas Berkesenian Memanfaatkan Potensi Budaya Makassar


Pedoman Karya 6:49 PM 0

BUDAYA DIGITAL. Pada seluruh penduduk dunia, semakin ditanamkan kesadaran bahwa dunia digital dan budaya digital mumpuni adalah sesuatu yang sulit terelakkan. Kehadirannya kini sedang gegap berlangsung. Budaya digital telah dielaborasi dan dikolaborasikan dengan macam-macam sumber daya termasuk budaya tradisional hingga menjadi top trending. Kehadiran budaya digital semakin menunjukkan perannya dalam kehidupan dan perilaku manusia.

 


-----

PEDOMAN KARYA

Jumat, 06 Januari 2023

 

 

OPINI BUDAYA

 

 

Trend Budaya Digital dan Kreativitas Berkesenian Memanfaatkan Potensi Budaya Makassar

 

 

Oleh: Yudhistira Sukatanya

(Seniman, Sastrawan, Budayawan)


Perhelatan Piala Dunia 2022 di Qatar telah berakhir ditandai dengan penampilan Closing Ceremony spektakuler, di Stadion Lusail, Ahad, 12 Desember 2022, pada pukul 21.00 WIB.

Megah acara yang bertabur-artis-dunia tersebut, berisi sajian rangkaian musik, tari, teater dan puisi. Tentunya termasuk lagu resmi - soundtrack Piala Dunia 2022 Qatar. Peristiwa tersebut sempat membuat merinding-penonton. Tidak hanya bagi yang hadir langsung tapi juga yang menonton via akses live streaming atau live show virtual reality di televisi.

Upacara penutupan itu bertema A Night to Remember. Diawali penerbangan balon warnawarni dan tak hanya itu, juga menghadirkan balon-balon virtual yang menyerupai berbagai hewan seperti lumba-lumba dan ikan paus.

Selanjutnya ada Ozuna dan Gims akan membawakan 'Arhbo'. Lalu penampilan Nora Fatehi, musisi Kanada-Maroko mendendangkan lagu resmi Piala Dunia 2022 Qatar, Light The Sky, berkolaborasi dengan RedOne, Manal Balqees, dan Rahma Riad. Bukan cuma itu, penyanyi Shakira dan Jennifer Lopez juga tampil dalam tayangan video.

Kemeriahan closing ceremony Piala Dunia 2022 terasa hingga puncaknya saat Davido dan Aisha menyanyikan lagu “(Hayya Hayya) Better Together” yang sungguh sanggup mengguncang emosi penontonnya.

Para penonton nyaris tak berkutik. Mereka yang hadir langsung, sekira 88.000 orang, bersedia duduk mulai pada pukul 16.30 waktu setempat. Mereka tidak ingin melewatkan upacara penutupan yang menakjubkan dan menjanjikan kenangan abadi itu.

Panitia sungguh berhasil menggelar pesta penutupan yang sangat meriah dan berkesan dengan pemanfaatan teknologi digital, video mapping tersaji dengan presisi dan memesona imajinasi juga gebyar atraksi konfigurasi lenggang kembang api.

Menariknya, acara tersebut hanya berdurasi selama kurang lebih 15 menit dengan mengusung konsep persatuan dunia dalam turnamen sepak bola 29 hari, melalui puisi, tari, teater, musik dan lagu. Tetapi suguhan itu sungguh terasa sangat melekat dalam benak dan sulit terlupakan.

Pesta penutupan ini diketahui tidak kalah meriah dengan pesta pembukaan sebelumnya. Saat mana Qatar mengundang Morgan Freeman dan Jungkook BTS yang menjadi pusat perhatian.

Penting diketahui bahwa beragam fasilitas kelas wahid telah disuguhkan oleh Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Demikian pula kemewahan yang disuguhkan berupa akses internet.

Berdasarkan catatan Ooredoo, perusahaan telekomunikasi milik Qatar itu, memasang 8.466 antena di 8 stadion yang digunakan selama Piala Dunia 2022, sebagai infrastruktur jaringan internet.

Dalam proses pemasangannya, Ooredoo melibatkan sekitar 500 ahli. Lusail Stadium memiliki catatan tertinggi dalam hal penggunaan internet yaitu 222 TB.

Qatar juga menyampaikan bahwa pihaknya menyediakan akses WiFi di dalam maupun di luar 8 stadion, dengan kapasitas 201 TB. Tuan rumah Piala Dunia 2022 menyatakan bahwa itu merupakan investasi strategis bagi Ooredoo di tahun-tahun berikutnya.

Pada saat babak final Argentina vs Prancis yang dihelat pada 18 Desember 2022, jumlah voice call menggunakan sinyal Ooredoo mencapai 11,4 juta panggilan, sedangkan 646.000 pengunjung stadion menggunakan layanan roaming.

Lalu pesan apa yang bisa disimak dari penyelenggaraan peristiwa akbar yang sangat berkesan itu? 

Setidaknya, pada seluruh penduduk dunia, semakin ditanamkan kesadaran bahwa dunia digital dan budaya digital mumpuni adalah sesuatu yang sulit terelakkan. Kehadirannya kini sedang gegap berlangsung.

Budaya digital telah dielaborasi dan dikolaborasikan dengan macam-macam sumber daya termasuk budaya tradisional hingga menjadi top trending. Kehadiran budaya digital semakin menunjukkan perannya dalam kehidupan dan perilaku manusia.

 

Dunia Digital dan Trend Budaya Digital 

 

Digital adalah suatu bentuk modernisasi proses ataupun pembaruan dari penggunaan teknologi yang dihubungkan dengan hadirnya internet dan teknologi komputer. Proses kerjanya terselenggara dengan menggunakan peralatan canggih agar mampu mempermudah urusan manusia.

Dunia digital adalah ekosistem berbasis digital yang tidak bisa dipisahkan dengan budaya manusia masa kini. Budaya digital adalah seluruh proses kerja dan interaksi yang dilakukan dengan mengubah hal yang non-digital menjadi digital memanfaatkan teknologi digital.

Teknologi digital adalah suatu perangkat yang tidak lagi hanya menggunakan tenaga manusia secara manual, tetapi memanfaatkan sistem pengoperasian otomatis dengan sistem komputerisasi atau format yang dapat terbaca oleh komputer.

Di belakang layar, memang ada manusia sebagai agen perubahan-kreator yang memiliki peran dalam mengendalikan tatanan kehidupan baru di dunia baru itu. Pengendalian yang juga tak terelakkan ketika menerapkan budaya digital. Singkat kata, dunia digital telah menghadirkan budaya digital.

Budaya digital atau digital culture hadir melalui cara manusia berinteraksi, berperilaku, berpikir dan berkomunikasi dalam lingkungan masyarakat yang menggunakan teknologi internet.

Budaya digital terbentuk sebagai dari hasil pola pikir, perilaku, dan cipta karya manusia. Penerapan budaya digital lebih terarah kepada pola pikir atau mindset masyarakat untuk beradaptasi dengan teknologi internet.

Menurut Dosen Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Yunita Faela Nisa, ada tiga aspek dalam membangun budaya digital yang sebenarnya sudah diadopsi oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Pertama, partisipasi. Bagaimana masyarakat berpartisipasi dalam memberikan kontribusi untuk tujuan bersama. Kedua, perbaikan. Mengubah budaya lama menjadi budaya baru menjadi lebih efesien. Ketiga, brikolase. Memanfaatkan hal yang sudah ada untuk membentuk hal baru.

Lalu, bila ada yang ingin tahu apa yang akan terjadi di masa depan, maka sebaiknya  berkaca, membaca dan menyimak peristiwa masa lalu dari waktu ke waktu. Kalimat tersebut bisa disebut adalah salah satu hal yang menggambarkan pendekatan trend analysis atau analisis kecenderungan.

Dengan melakukan trend analysis atau analisis trend, maka akan sangat bermanfaat dalam kecepatan pembuatan keputusan yang tepat. Karena dengan mengidentifikasi trend yang terjadi pada masyarakat dan memprosesnya dengan mempertimbangkan peluang, hambatan dan tantangan, maka dapat segera dibuat perubahan guna menyesuaikan diri agar dapat bersaing di tengah persaingan yang ketat. (bersambung)


----

Artikel bagian 2:

Praktik Digitalisasi di Bidang Kebudayaan 

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply