Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

» » » » Anggota HMI Unjukrasa di Depan Kampus Unismuh Makassar


Pedoman Karya 2:44 AM 0

Sejumlah mahasiswa anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan aksi unjukrasa di Jl Sultan Alauddin, depan kampus Unismuh, Makassar, Kamis siang, 01 Juli 2021. Mereka membakar ban bekas dan juga membajak sebuah mobil kontainer yang mengakibatkan terjadinya kemacetan arus lalu-lintas, terutama dari arah Makassar ke Gowa. (Foto-foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)



------ 

Kamis, 01 Juli 2021

 

 

Anggota HMI Unjukrasa di Depan Kampus Unismuh Makassar

 

 

Menolak RUU KUP PPN

Mengecam Tindakan Represif Aparatur Kepolisian kepada Kader HMI

Menuntut Kapolres Bima untuk Mengevaluasi Kinerja Para Anggotanya

 


MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Sejumlah mahasiswa anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan aksi unjukrasa di Jl Sultan Alauddin, depan kampus Unismuh, Makassar, Kamis siang, 01 Juli 2021.

Mereka membakar ban bekas dan juga membajak sebuah mobil kontainer yang mengakibatkan terjadinya kemacetan arus lalu-lintas, terutama dari arah Makassar ke Gowa.

Dalam pernyataan sikap secara tertulis yang dibagikan kepada wartawan, tertulis Jenderal Lapangan, Adhel Muktabara.

Ada tiga poin pernyataan sikap mereka, yaitu menolak RUU KUP PPN, mengecam tindakan represif aparatur kepolisian kepada kader HMI, dan menuntut Kapolres Bima untuk mengevaluasi kinerja para anggotanya.

Mereka mengatakan, rencana pemerintahan Joko Widodo menaikkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan pengenaan PPN atas barang kebutuhan pokok tahun depan, patut dikecam. Begitu pun dengan PPN pendidikan.

“Mereka seakan-akan abai pada sejarah yang telah berkali-kali mencatat bahwa pajak merupakan salah satu sumber persoalan yang telah memicu berbagai pemberontakan dan revolusi,” kata mahasiswa dalam pernyataan sikapnya.

Menurut mahasiswa, jika PPN diberlakukan maka nantinya akan merugikan masyarakat dan menimbulkan dampak negative di sektor pendidikan dan sektor kebutuhan pokok atau sembako, yakni meningkatnya biaya pendidikan dan mahalnya bahan-bahan kebutuhan primer masyarakat, apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang dampaknya sangat luas. (met)


«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply