Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

» » » » » TKA China Didatangkan dan Bebas Bekerja di Indonesia, Warga Pribumi Disuruh Tinggal di Rumah


Pedoman Karya 5:55 PM 0

“PPKM itu singkatan dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat,” jawab Daeng Tompo’.

“Jadi dibatasimi seng kegiatan masyarakat ka? Termasuk shalat berjamaah di masjid?” tanya Daeng Nappa’.

“Yang jadi masalah, TKA (Tenaga Kerja Asing) dari China didatangkan dan bebas bekerja di Indonesia, sementara warga pribumi disuruh tinggal di rumah,” kata Daeng Tompo’.

 

------------

PEDOMAN KARYA

Kamis, 08 Juli 2021

 

Obrolan Daeng Tompo’ dan Daeng Nappa’:

 

 

TKA China Didatangkan dan Bebas Bekerja di Indonesia, Warga Pribumi Disuruh Tinggal di Rumah

 

 

“Waktu terjadi pandemic Covid-19, banyak negara menerapkan lockdown, tapi pemerintah kita memakai istilah PSBB, pembatasan sosial berskala besar. Sekarang ada lagi istilah PPKM,” kata Daeng Tompo’ kepada Daeng Nappa’ saat ngopi pagi di teras rumah Daeng Nappa’.

“Apa itu PPKM?” tanya Daeng Nappa’.

“PPKM itu singkatan dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat,” jawab Daeng Tompo’.

“Jadi dibatasimi seng kegiatan masyarakat ka? Termasuk shalat berjamaah di masjid?” tanya Daeng Nappa’.

“Yang jadi masalah, TKA (Tenaga Kerja Asing) dari China didatangkan dan bebas bekerja di Indonesia, sementara warga pribumi disuruh tinggal di rumah,” kata Daeng Tompo’.

“Wah, tidak cocok itu!” seru Daeng Nappa’.

“Tidak cocok memang, tapi itulah yang terjadi. Kita’ jugat tidak tahu sudah berapa TKA China yang sekarang didatangkan dari China dan bekerja di Indonesia, baik yang sudah pulang kembali maun yang masih berada di Indonesia saat ini,” kata Daeng Tompo’.

“Wah, tidak cocok ini. Orang China didatangkan ke Indonesia untuk bekerja, sementara orang Indonesia, termasuk yang sarjana, banyak yang menganggur!” kata Daeng Nappa’.

“Maumi diapa? Ka begitutoseng mauna pemerintah ta’ sekarang,” kata Daeng Tompo’.

“Pemerintah apa itu? Mau nabunuh rakyat kapang,” kata Daeng Nappa’ dengan nada tinggi.

“Sudahmi. Minummi kopita’ dulu. Barusanna ini tidak ada pisang goreng,” kata Daeng Tompo’ sambil tersenyum.

“Iye’, tidak sempatka’ kemarin beli, karena hujangi belah,” jawab Daeng Nappa’ balas tersenyum. (asnawin)

 

Selamat pagi, Kamis, 08 Juli 2021

@TettaTompo

----- 


Obrolan sebelumnya:

Bawang Merah dan Ibunya Sangat Jahat, Bawang Putih Sabar dan Baik

Belanja di Warung Daeng Bollo Tidak Perlu Bayar, Cukup Bilang “Bapaka”

Sendal Mahal Dipakai di Kaki, Songkok Murah Dipakai di Kepala

Ada yang Usulkan Bapaka Tiga Periode Jadi Presiden

 

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply