Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

» » » Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel


Pedoman Karya 6:21 AM 0

Kepala UPT Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel, Abdul Hadi (kiri) foto bersama salah seorang murid pada Perayaan Hari Kujung Perpustakaan yang diadakan Bunda Pustaka Perpustakaan Gerbang Ilmu SDN Borong, di Perpustakaan Ibu dan Anak Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel, Jl Lanto Dg Pasewang, Makassar, Selasa, 14 September 2021. (ist)







------- 

Kamis, 16 September 2021

 

 

Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel

 

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel sudah menerapkan konsep transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

“Dalam hal ini, perpustakaan memfasilitasi masyarakat mengembangkan potensinya. Perpustakaan berkomitmen memberikan layanan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat pengguna perpustakaan,” kata Kepala UPT Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel, Abdul Hadi.

Hal itu ia kemukakan pada Perayaan Hari Kujung Perpustakaan yang diadakan Bunda Pustaka Perpustakaan Gerbang Ilmu SDN Borong, di Perpustakaan Ibu dan Anak Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel, Jl Lanto Dg Pasewang, Makassar, Selasa, 14 September 2021.

“DPK Provinsi Sulsel membawahi beberapa perpustakaan, silakan Bunda Pustaka datang berkunjung,” ajak Abdul Hadi, pada acara yang dihadiri puluhan murid, guru, dan orangtua murid.

Dia mengatakan, selain Perpustakaan Ibu dan Anak di Jl Lanto Dg. Pasewang, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel juga memiliki Perpustakaan Umum dan Perpustakaan Multimedia di Jl Sultan Alauddin, serta Perpustakaan Abdurrasyid Dg Lurang di Sungguminasa, Gowa.

Perpustakaan-perpustakaan tersebut umumnya sudah tampil modern dan nyaman, dilengkapi akses internet gratis. Koleksi bukunya juga memadai. Pengunjung bisa membaca buku di bagian deposit dan referensi. Jam bukanya, mulai pagi bahkan sampai malam hari.

“Perpustakaan Ibu dan Anak itu merupakan kebutuhan. Ini merupakan inovasi yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel, dan jadi role model, karena perpustakaan ini sudah ramah anak,” jelas Abdul Hadi. (asnawin)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply