Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

» » » Momen Hari Ibu 2021, Gubernur Sulut Melayat Jenazah Perempuan Tertua di Maumbi-Kolongan


Asnawin Aminuddin 5:19 AM 0




Rabu, 22 Desember 2021



Momen Hari Ibu 2021, Gubernur Sulut Melayat Jenazah Perempuan Tertua di Maumbi-Kolongan



* Ibu Mantji Lotulung Pongayouw Meninggal di Makassar dalam Usia 98 Tahun


MANADO, (PEDOMAN KARYA). Di momen peringatan Hari Ibu 2021, Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey, SE menunjukkan rasa kepedulian dan perhatiannya dengan melayat jenazah almarhumah Ibu Mantji Lotulung Pongayouw seorang perempuan tertua di Desa Maumbi dan Desa Kolongan, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulut, Rabu, 22 Desember 2021.

Gubernur Olly didampingi sejumlah staffnya secara khusus datang melayat ke rumah duka, di Desa Maumbi, tempat disemayamkan jenazah wanita lanjut usia (lansia) yang menghembuskan nafas terakhirnya pada Senin (20/12/2021) subuh pukul 03.40 Wita di Kota Makassar dalam usia 98 tahun 3 bulan 3 hari.

Kedatangan orang nomor satu di Provinsi Sulut ini, selain memanfaatkan momen penting bagi kaum ibu di tanah air dengan memberikan penghormatan kepada jenazah salah satu perempuan tertua di daerah yang dipimpinnya, kehadiran Gubernur Olly juga untuk melayat almarhumah yang notabene masih keluarganya sendiri.

Sekitar 20 menit lamanya Gubernur Olly berada di rumah duka memberikan penghormatan terakhir di depan peti jenazah dengan menundukkan kepala mendoakan kepergian almarhumah, dan kemudian bercengkrama bersama anak-anak, cucu-cucu, cece-cece dan cicit-cicit yang dari dari berbagai kota di Indonesia.

Usai bercengkrama penuh suasana kekeluargaan dan memberikan wejangan serta motivasi kepada keluarga yang ditinggalkan untuk ikhlas menerima dan melepaskan kepergian orang tua tercinta ini, Gubernur Olly berkesempatan pula menyerahkan santunan duka yang diterima anak bungsu almarhumah yakni Ny. Hesty Lotulung (Makassar).

Penyerahan santunan duka dari Olly Dondokambey tersebut turut disaksikan dua anak almarhumah lainnya, Ny. Merry Lotulung (Surabaya) dan Herman Lotulung (Maumbi, Minahasa Utara), lalu dilanjutkan foto bersama beberapa saudara kandung, anak-anak maupun cucu-cucu dari Ibu Mantji Lotulung Pongayouw.

Selain Gubernur Sulut bersama staffnya, sejumlah pejabat penting di Bumi Nyiur Melambai ini tampak hadir melayat di rumah duka diantaranya Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Utara, beberapa anggota DPRD Kabupaten Minahasa Utara, Kepala Kecamatan Kalawat, Kepala Desa (Hukum Tua) Maumbi, dan Kepala Desa Kolongan.


Riwayat Hidup Almarhumah


Ibu Mantji Lotulung Pingayouw dilahirkan di Maumbi 17 September 1923. Menikah dengan Piet Hein Lotulung yang meninggal di tahun 1958.  

Almarhum dikaruniai 6 orang anak, masing-masing Yenat Dangkat Lotulung, Herman Mamangkey Lotulung, Doortje Elsye Lotulung, Frederika Lotulung, Merry Lotulung, dan Hesty Lotulung. Dari 6 orang anaknya ini, almarhumah mendapatkan sebanyak 23 orang cucu, 56 orang cece, dan 8 orang cicit. 

Dengan diantar saudara-saudara dan anak-anak yang masih hidup beserta cucu-cucu, cece-cece, cicit-cicit, kerabat hingga keluarga besar Lotulung Pongayouw, jenazah almarhumah selanjutnya disembahyangkan di Gereja GMIM Moria Kolongan kemudian dimakamkan di Pekuburan Desa Kolongan. (jw) 

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply