Jamaluddin Jompa Pimpin Pertemuan Tingkat Tinggi Rektor Indonesia – Jepang

Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa, didaulat memimpin pertemuan dan diskusi dalam Pertemuan Tingkat Tinggi para Rektor Indonesia – Jepang, di Idea Room Unhas Hotel and Convention, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Kamis, 10 Juli 2025. (Foto: Humas Unhas)

 

-----

Jumat, 11 Juli 2025

 

Jamaluddin Jompa Pimpin Pertemuan Tingkat Tinggi Rektor Indonesia – Jepang

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Jamaluddin Jompa, didaulat memimpin pertemuan dan diskusi dalam The Rectors High-Level Meeting atau Pertemuan Tingkat Tinggi para Rektor Indonesia – Jepang, di Idea Room Unhas Hotel and Convention, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Kamis, 10 Juli 2025.

Pertemuan tingkat tinggi yang merupakan rangkaian kegiatan “The 6th Joint Working Group (JWG) Japan–Indonesia dan The 6th Japan-Indonesia Rectors Conference” ini diikuti oleh para Rektor dari perguruan tinggi negeri Indonesia dan Jepang.

Rektor Unhas Jamaluddin Jompa, pun memanfaatkan momentum tersebut untuk mempresentasikan gagasan Konsorsium Riset Jepang-Indonesia.

Jamaluddin Jompa menyoroti manfaat dari riset kolaboratif, dengan tujuan utama untuk menghasilkan Enhanced Research Outcomes. Melalui kolaborasi strategis lintas institusi dan negara, terdapat lima manfaat utama.

Kelima manfaat itu yaitu (1) Pooling Resources – Penggabungan sumber daya untuk memperkuat kapasitas riset secara menyeluruh, (2) Global Talent – Kolaborasi dengan talenta global mendorong lahirnya solusi inovatif terhadap tantangan dunia.

(3) Funding Opportunities – Kemitraan riset meningkatkan peluang keberhasilan dalam memperoleh pendanaan internasional, (4) Innovation Acceleration – Kemitraan industri mempercepat transformasi hasil riset menjadi solusi aplikatif yang siap pasar, serta (5) Sustainability & Networks – Jaringan kolaborasi yang berkelanjutan menjadi fondasi untuk kerja sama jangka panjang dan dampak berkelanjutan.

Jamaluddin Jompa juga memaparkan area prioritas yang menjadi potensi kolaborasi riset antara Indonesia dan Jepang, khususnya dalam kerangka Technological Advancements. Kolaborasi riset memberikan banyak manfaat yang bisa dioptimalkan, mulai dari penggabungan kapasitas penelitian, akses terhadap talenta global, hingga peluang pendanaan yang lebih luas.

“Kuncinya adalah membentuk konsorsium yang berangkat dari kepentingan bersama dan berbasis human interest. Melalui konsorsium ini, kita dapat membuka akses global, dan dukungan yang kita terima tidak hanya datang dari pemerintah, tetapi juga dari berbagai sektor mitra strategis,” jelas Jamaluddin Jompa.

Ia juga menegaskan pentingnya membangun rasa saling percaya dan memperkuat kemitraan antarnegara. Kepercayaan yang semakin kuat (stronger trust) menjadi dasar utama dalam membangun kerja sama yang berkelanjutan.

Forum JWG diharapkan tidak hanya menjadi pertemuan rutin dan seremonial, tetapi berkembang menjadi kemitraan nyata yang saling menghormati, saling menguntungkan, dan membawa dampak langsung pada hubungan antarwarga (people-to-people relations) antara Indonesia dan Jepang.

Jamaluddin Jompa menyampaikan rasa bangga karena Universitas Hasanuddin dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan bergengsi ini.

“Kami bangga Unhas menjadi tuan rumah pertemuan yang prestisius ini. Selain menjadi tempat diskusi, pertemuan ini juga memutuskan siapa tuan rumah selanjutnya dalam rangka kesinambungan kolaborasi ke depan.” kata Jamaluddin Jompa.

Sebagai penutup, Rektor Unhas mendorong seluruh peserta untuk segera merealisasikan kerja sama konkret. Dari pihak Indonesia, khususnya Unhas, menawarkan kontribusi dalam bentuk ide, sains, dan teknologi.

 

Rencana Awal Kerjasama

 

Delegasi Hiroshima University yang mendampingi Rektor Unhas dalam forum ini, menyampaikan bahwa meskipun belum seluruh agenda kolaborasi diformulasikan secara formal, diskusi yang berlangsung telah membangun rencana awal dan membuka jalan bagi kerja sama yang lebih terarah di masa depan.

Joint Working Group ini menjadi arena penting untuk mendiskusikan ide-ide kolaborasi tematik. Kami mengapresiasi inisiatif dari Unhas yang telah memulai langkah konkret dengan membentuk kelompok kerja tematik sebagai wake up call bagi kolaborasi ke depan.

Delegasi Jepang juga menegaskan bahwa saat ini belum ada keputusan final terkait proyek bersama, namun komunikasi yang telah dibangun membuka peluang besar untuk mulai merancang kolaborasi nyata di berbagai bidang, termasuk keterlibatan industri dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Delegasi Jepang berharap diskusi ini tidak berhenti di forum ini saja, melainkan dapat terus berlanjut dalam bentuk implementasi riset kolaboratif, pertukaran kebudayaan, dan inisiatif strategis lintas institusi di masa mendatang. (kia)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama