Puasa di Hari Natal

“Napanggilki berdua ke warkop. Dia ajak makan siang dan ngopi. Dia bilang mumpung libur Hari Natal,” kata Daeng Tompo’. (ist)

 

------

PEDOMAN KARYA

Kamis, 25 Desember 2025

 

Obrolan Daeng Tompo’ dan Daeng Nappa’:

 

Puasa di Hari Natal

 

“Ada tadi telponnya Daeng Tiro,” kata Daeng Tompo’ kepada Daeng Nappa’ saat duduk-duduk di masjid kompleks perumahan seusai shalat ashar berjamaah.

“Daeng Tiro yang wartawan?” tanya Daeng Nappa’.

“Iye’,” jawab Daeng Tompo’.

“Apa natelponkanki’?” tanya Daeng Nappa’.

“Napanggilki berdua ke warkop. Dia ajak makan siang dan ngopi. Dia bilang mumpung libur Hari Natal,” kata Daeng Tompo’.

“Kenapa padeng tidak bilangki’? Kebetulan tidak adaji ini kegiatan,” tanya Daeng Nappa’.

“Saya bilang kalau siang ini tidak bisaka’. Kalau sebentar malam bisaji. Dia tanya kenapa tidak bisa kalau siang,” tutur Daeng Tompo’.

“Iye’, kenapa tidak bisaki’ kalau siang?” potong Daeng Nappa’.

“Saya bilang saya puasa. Dia bertanya, kenapa orang puasa di Hari Natal. Saya bilang tidak ada hubungannya dengan Hari Natal. Saya bilang saya puasa hari ini karena hari ini hari Kamis. Jadi saya puasa sunnah Senin – Kamis,” papar Daeng Tompo’.

“Jadi apami nabilang Daeng Tiro?” tanya Daeng Nappa’.

“Dia bilang, oh hari Kamis kah hari ini? Saya bilang, iye’ hari Kamis. Dia bilang, kalau begitu sebentar malam pi padeng kita ke warkop,” Daeng Tompo’.

“Jadi mauki’ ke warkop sebentar malam?” tanya Daeng Nappa’.

“Iye’. Daeng Tiro bilang panggilki juga Daeng Nappa’,” jawab Daeng Tompo’ sambil tersenyum.

“Oke, sebentar malam kita kesana. Lamami juga ini tidak ketemu sama Daeng Tiro,” kata Daeng Nappa’. (asnawin)

 

Kamis, 25 Desember 2025

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama