-----
Kamis, 25 Desember 2025
Puluhan Mahasiswa
Unhas KKN Kemaritiman di Wakatobi Sulawesi Tenggara
MAKASSAR, (PEDOMAN
KARYA). Sebanyak
36 mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) diterjunkan dalam program Kuliah Kerja
Nyata (KKN) Tematik Wakatobi Maritim, di Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi
Tenggara, mulai 18 Desember 2025 hingga pertengahan Februari 2026.
Ke-36 mahasiswa yang
terdiri atas 12 laki-laki dan 24 perempuan itu akan tinggal selama kurang lebih
dua bulan bersama masyarakat di empat desa yang tersebar pada dua kecamata,
yaitu di Desa Wapia-pia dan di Desa Waginopo, Kecamatan Wangi-Wangi, serta di Desa
Liya Togo dan di Desa Nelayan Bakti, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan.
Mereka dilepas
secara resmi di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, Kamis, 18 Desember 2025, oleh
Kepala Subdirektorat Pendidikan Berbasis Pengabdian kepada Masyarakat (PBPM)
Unhas, Dr Syarifuddin Mabe Parenreng. Selama di lokasi KKN, mahasiswa akan
didampingi oleh Dr Nurul Nadjmi, sebagai Dosen Pendamping Kegiatan (DPK).
Syarifuddin Mabe
Parenreng mengatakan, mahasiswa KKN Unhas di Wakatobi akan melaksanakan
berbagai program berbasis kemaritiman, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan
potensi lokal.
KKN Tematik
Wakatobi Maritim, katanya, merupakan tindak lanjut dari permintaan resmi
Pemerintah Kabupaten Wakatobi kepada Unhas. Permintaan tersebut menjadi dasar
penetapan lokasi pengabdian mahasiswa, sejalan dengan kebijakan Unhas yang
menerapkan sistem penempatan KKN berbasis kebutuhan mitra.
Pendekatan
berbasis permintaan mitra ini memungkinkan program KKN disusun secara lebih
terarah dan relevan dengan kondisi riil di lapangan. Dengan demikian, kegiatan
pengabdian mahasiswa tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga mampu
memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.
“Unhas menyambut
baik permintaan dari Pemerintah Kabupaten Wakatobi sebagai bagian dari komitmen
kampus dalam menghadirkan pengabdian yang berdampak luas. Unhas senantiasa
terbuka terhadap permintaan pengabdian dari berbagai mitra dan institusi, baik
di tingkat lokal, nasional, maupun internasional, selama bertujuan untuk
kepentingan masyarakat dan pembangunan bangsa,” jelas Syarifuddin.
Melalui pendekatan
berbasis kebutuhan mitra, lanjutnya, program KKN dapat dilaksanakan secara
lebih kontekstual dan tepat sasaran. Hal ini memungkinkan mahasiswa untuk
terlibat langsung dalam penyelesaian persoalan masyarakat sesuai dengan potensi
dan karakteristik wilayah pengabdian. (kia)
