![]() |
| UIT Makassar mewisuda sebanyak 643 orang lulusan pascasarjana, sarjana dan Diploma III pada Upacara Wisuda ke-19, di Hotel Claro, Makassar, Ahad, 21 Desember 2025. (ist) |
-----
Ahad, 21 Desember 2025
UIT Makassar Tidak
Kalah Hebat Dibanding PTN
MAKASSAR, (PEDOMAN
KARYA). Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar
sebagai perguruan tinggi swasta (PTS) tidak kalah hebat dibanding perguruan tinggi negeri (PTN) dan
PTS besar lainnya.
“Alhamdulillah,
yang sedang berdiri ini di depan kalian adalah alumni UIT Makassar dan diberi
mandat sebagai Kepala LLDikti IX, semua tidak lepas peran besar pendidikan di
UIT dan beberapa alumni UIT banyak berkiprah di level lokal maupun nasional,”
kata Kepala Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX Sultanbatara,
Dr Andi Lukman.
Hal itu ia sampaikan
dalam sambutannya pada Upacara
Wisuda ke-19, di Hotel Claro, Makassar, Ahad, 21 Desember 2025. UIT Makassar
mewisuda sebanyak 643 orang lulusan pascasarjana, sarjana dan Diploma III.
“Kemarin, UIT
Makassar memperoleh penghargaan sebagai kampus yang melahirkan banyak peneliti
dan meraih dua penghargaan dari Kemendiktisaintek Rl,” ungkap Andi Lukman yang
mengaku bangga sebagai alumni UIT Makassar.
Pada kesempatan
itu ia menyampaikan sejumlah catatan penting terkait persoalan sistem,
komunikasi, serta tanggung jawab bersama antara pemerintah, institusi
pendidikan, dan keluarga mahasiswa.
Dalam
penyampaiannya, dia menyoroti adanya keterbatasan dalam sistem yang berdampak
pada munculnya berbagai kesalahpahaman, konflik, serta risiko kegagalan bantuan
dan proses administrasi. Ia menegaskan bahwa persoalan utama yang terjadi bukan
semata-mata teknis, melainkan lemahnya komunikasi antarpihak.
“Persoalan yang
paling besar sesungguhnya adalah komunikasi. Tidak ada yang lebih besar dari
itu. Jika komunikasi dibenahi, maka banyak masalah bisa diselesaikan,” ujar
Andi Lukman.
Ia juga menekankan
bahwa mahasiswa bukanlah milik institusi atau perusahaan, melainkan amanah dari
orang tua dan keluarga. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan dalam dunia
pendidikan harus mengedepankan kejujuran, kesabaran, serta tanggung jawab moral.
“Proses pendidikan
tidak dapat berjalan secara instan. Dibutuhkan waktu, pertemuan, evaluasi,
serta tindakan nyata agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Ia meminta agar
semua pihak tidak menjadikan kesalahan sebagai alasan untuk saling menyalahkan,
melainkan sebagai bahan refleksi dan perbaikan bersama,” kata Andi Lukman.
Selain itu, dia
menyinggung peran pemerintah yang telah membangun sistem berbasis data dan
administrasi. Namun ia mengingatkan bahwa sistem tanpa komunikasi yang baik
justru dapat menimbulkan persoalan baru, termasuk kesalahpahaman dalam
penilaian, bantuan, dan pendampingan.
Ia juga
mengingatkan pentingnya etika dan tanggung jawab dosen serta tenaga pendidik.
Menurutnya, tindakan yang tidak bijak dalam menangani persoalan mahasiswa dapat
berdampak luas, bahkan menyentuh aspek moral dan keluarga.
“Kita harus
berhati-hati. Ketika seseorang disalahkan tanpa keadilan, dampaknya bukan hanya
pada individu, tetapi juga keluarganya,” tandas Andi Lukman.
Upacara wisuda UIT
Makassar yang dipimpin Rektor UIT Dr Abdul Rahman, dihadiri Gubernur Sulsel,
Walikota Makassar, Ketua Yayasan Indonesia Timur H Haruna, beserta seluruh
jajaran Dewan Pengurus, Pembina, dan Pengawas, para Anggota Senat UIT, serta
sejumlah pimpinan perguruan tinggi swasta di lingkungan LLDikti IX. (zak)
