-----
PEDOMAN KARYA
Kisah Nabi Muhammad SAW (28):
Ali,
Zaid, Abu Bakar, Utsman, Thalhah, Zubair, dan Sa’ad Masuk Islam
Shalat adalah satu di antara
ibadah pertama yang diajarkan Allah kepada Rasulullah ﷺ. Suatu saat, ketika
Rasulullah ﷺ dan Khadijah sedang melaksanakan shalat, datanglah Ali bin Abu
Thalib. Ali yang saat itu masih anak-anak, tertegun melihat Rasulullah ﷺ dan
Khadijah rukuk, sujud, serta membaca ayat-ayat Al Qur'an.
“Kepada siapa kalian sujud?”
tanya Ali ketika Rasulullah ﷺ dan Khadijah selesai shalat.
“Kami sujud kepada Allah,”
jawab Rasulullah, “Allah telah mengutusku dan memerintahkan aku mengajak
manusia menyembah Allah.”
Kemudian, Rasulullah ﷺ
mengajak sepupunya itu untuk beribadah kepada Allah semata serta meninggalkan
berhala-berhala semacam Lata dan Uzza. Rasulullah pun membacakan beberapa ayat
Al Qur'an yang membuat Ali bin Abu Thalib terpesona karena ayat-ayat itu
demikian indah.
Ali meminta waktu untuk
berunding dengan ayahnya terlebih dahulu. Semalaman itu, Ali merasa gelisah. Esoknya,
ia memberitahukan kepada Rasulullah ﷺ dan Khadijah bahwa ia akan mengikuti
mereka berdua, tidak perlu meminta pendapat ayahnya, Abu Thalib.
“Allah menjadikan saya tanpa
saya perlu berunding dulu dengan Abu Thalib,” demikian kata Ali, “apa gunanya
saya harus berunding dengan dia untuk menyembah Allah?”
Jadi, Ali adalah anak pertama
yang memeluk Islam. Kemudian, Zaid bin Haritsah, bekas budak yang ikut
Rasulullah ﷺ, ikut masuk Islam juga.
Sampai di situ, Islam masih
terbatas pada keluarga Rasulullah: istri beliau, sepupu beliau, serta bekas
budak yang ikut beliau. Apa yang harus beliau lakukan untuk menyebarkan Islam
lebih luas lagi? Beliau tahu betul betapa kerasnya dan betapa kuatnya orang-orang
Quraisy menyembah berhala yang diwarisi dari nenek moyang mereka.
Walau demikian, Islam ini
harus disebarkan, betapa pun kerasnya perlawanan orang.
Keislaman Abu
Bakar
Abu Bakar bin Abu Quhafa dari
kabilah bani Taim adalah teman akrab Rasulullah ﷺ sejak zaman sebelum
Rasulullah diangkat menjadi utusan Allah. Rasulullah amat menyukai sahabatnya
itu karena Abu Bakar adalah orang yang bersih, jujur, dan dapat dipercaya.
Suatu hari, Abu Bakar
mendengar desas-desus tentang Rasulullah ﷺ. Beliau segera keluar mencari
sahabatnya itu. Ketika mereka bertemu, Abu Bakar bertanya kepada Rasulullah,
“Wahai Abu Qasim (salah satu
panggilan Rasulullah), ada apa denganmu? Kini engkau tidak lagi terlihat di
majelis kaummu dan kudengar orang-orang menuduh, bahwa engkau telah berkata
buruk tentang nenek moyangmu dan masih banyak lagi yang mereka katakan,” kata
Abu Bakar.
“Sesungguhnya, aku adalah
utusan Allah,” sabda Rasulullah ﷺ, “Allah mengutusku untuk menyampaikan
risalah-Nya. Sekarang, aku mengajak kamu kepada agama Allah dengan keyakinan
yang benar. Demi Allah, sesungguhnya, apa yang kusampaikan adalah kebenaran.”
“Wahai Abu Bakar, aku mengajak
kamu untuk menyembah Allah yang Maha Esa, yang tidak ada sekutu bagi-Nya, dan
janganlah menyembah kepada selain-Nya, dan untuk selamanya kamu taat
kepada-Nya.”
Rasulullah ﷺ memperdengarkan
beberapa ayat Al Qur'an. Selesai Rasulullah berbicara, Abu Bakar langsung
memeluk Islam. Melihat keislaman sahabatnya itu, Rasulullah amat gembira. Tidak
seorang pun yang ada di antara dua gunung di Mekah yang kegembiraannya melebihi
kegembiraan Rasulullah saat itu.
Abu Bakar segera mengumumkan
keislamannya itu kepada teman-temannya. Beliau juga mengajak mereka mengikuti
Rasulullah.
Dalam waktu singkat, Utsman
bin Affan, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, dan Sa'ad bin Abu Waqash
pun menemui Rasulullah dan masuk Islam.
Keislaman Utsman
bin Affan
Utsman bin Affan menuturkan
sendiri tentang keislamannya:
“Aku datang kepada bibiku
Urwah binti Abdul Muthalib untuk menjenguknya karena ia sakit. Tidak lama
kemudian, Rasulullah ﷺ datang ke tempat itu juga dan aku perhatikan beliau.
Waktu itu, tampak jelas kebesarannya. Beliau pun menghampiri aku dan berkata,
“Wahai Utsman, mengapa kau
memerhatikan aku begitu rupa?”
“Aku menjawab, Aku merasa
kagum terhadap engkau dan terhadap kedudukan engkau di antara kami. Aku juga
kagum dengan apa yang dibicarakan orang-orang mengenai dirimu.”
Utsman melanjutkan, “Kemudian, Rasulullah
mengucapkan kalimat 'Laa illaha illallah'. Demi Allah, mendengar kalimat itu,
aku langsung bergetar. Kemudian, Rasulullah membacakan ayat,
“Dan di langit terdapat
(sebab-sebab) rezekimu dan apa yang dijanjikan kepadamu. Maka, demi Tuhan
langit dan bumi, sungguh, apa yang dijanjikan itu pasti terjadi seperti apa
yang kamu ucapkan.” (Adz Dzariyat, 51: 22-23).
Kemudian, Rasulullah ﷺ berdiri
dan pergi keluar. Aku pun mengikuti beliau dari belakang. Kemudian, aku
menghadap beliau dan aku masuk Islam."
Pengorbanan
Seorang Istri
Khadijah yang berasal dari
kalangan bangsawan Mekah, sadar betul bahwa suaminya kelak akan dibenci oleh
orang-orang kafir. Beliau berjuang di sisi suaminya, memilih Islam, dan menjadi
pengikut pertama.
Khadijah menukar segala harta miliknya dengan kejayaan Islam yang tidak pernah beliau nikmati. (bersambung)
Kisah Nabi Muhammad SAW (27):
Rasulullah Menyendiri Lagi di Gua Hira dan Turun Surah Ad-Duha
