-----
PEDOMAN KARYA
Senin, 26 Januari 2026
Obrolan Daeng Tompo’ dan Daeng Nappa’:
Mantan Ketua OSIS
Jadi Tukang Parkir
“Sudahmaki’ baca kisah mantan Ketua OSIS
SMA jadi tukang parkir?” tanya Daeng Nappa’ kepada Daeng Tompo’ saat ngopi sore
di warkop batas kota.
“Belum,” jawab Daeng Tompo’.
“Banyak itu beredar kisahnya di medsos,”
kata Daeng Nappa’.
“Belum. Saya belum baca,” ujar Daeng Tompo’.
“Mauki’ saya ceritakan kisahnya?” tanya
Daeng Nappa’.
“Iye’, ceritakan mi,” kata Daeng Tompo’.
“Ceritanya ada seorang wanita pengusaha
yang cukup sukses pergi makan siang bersama suami dan anak-anaknya di sebuah
restoran. Tiba di restoran itu, di tempat parkir, saat wanita itu membuka pintu
mobil, dia disambut dengan ramah oleh seorang tukang parkir. Tukang parkir itu
menyapa dengan sopan, dengan mengatakan, selamat siang Bu. Silakan. Semoga hari
ibu menyenangkan,” Daeng Nappa’ berhenti sejenak.
“Terus,” kata Daeng Tompo’.
“Wanita pengusaha ini kaget, karena agak
jarang ada seorang parkir bicaranya sopan dan tutur bahasanya terstruktur. Dia juga merasa
suara tukang parkir itu agak dia kenal. Setelah dia perhatikan, ternyata tukang
parkir itu adalah teman sekolahnya dulu di SMA. Dan dia adalah mantan Ketua OSIS,”
tutur Daeng Nappa’.
“Jadi dia tegur ji itu tukang parkir?”
tanya Daeng Tompo’.
“Betul. Wanita pengusaha itu langsung
menegur dan menyebut namanya. Mereka bersalaman. Tukang parkir itu bilang
dirinya tidak menyangka bisa bertemu teman sekolahnya dulu di kota yang jauh
dari kampung halamannya. Wanita pengusaha itu bertanya kenapa temannya jadi
tukang parkir dan dijawab oleh temannya bahwa dia sekadar bantu-bantu,” tutur Daeng Nappa’.
“Terus,” tukas Daeng Tompo’.
“Wanita pengusaha itu masuk ke dalam restoran
sambil bertanya-tanya dalam hati. Kenapa temannya jadi tukang parkir? Yang dia
tahu, temannya itu seorang yang cerdas, motivator, dan juga seorang pengusaha,”
kata Daeng Nappa’.
“Terus,” tukas Daeng Tompo’.
“Saat sudah duduk di dalam restoran, di meja bersama suami
dan anak-anaknya, dan saat makanan sudah disajikan, wanita pengusaha itu
bertanya kepada pramusaji tentang temannya yang sekarang jadi tukang parkir di
restoran itu. Pramusaji bilang, sebenarnya dia bukan tukang parkir. Dia adalah pemilik
restoran itu,” tutur Daeng Nappa’.
“Terus,” tukas Daeng Tompo’.
“Setelah makan dan keluar dari restoran,
wanita pengusaha itu kembali mendatangi temannya. Dia bilang, ternyata kamu
adalah pemilik restoran ini. Terus dia tanya, kenapa pura-pura jadi tukang
parkir. Temannya bilang, restoran dan semua yang dia miliki hanya titipan. Dan
dia jadi tukang parkir hanya untuk merasakan kembali bagaimana rasanya melayani,
sebagai orang yang berada di bawah, dan supaya dia tidak lupa dari mana dia
berasal,” tutur Daeng Nappa’.
“Luar biasa,” tukas Daeng Tompo’.
“Temannya yang mantan Ketua OSIS itu
bilang, lebih baik menjadi orang biasa yang memberi manfaat, daripada menjadi
orang besar yang hanya ingin dipuja,” lanjut Daeng Nappa’.
“Luar biasa,” tukas Daeng Tompo’.
“Yah begitulah kisahnya,” kata Daeng Nappa’
sambil tersenyum. (asnawin)
Senin, 26 Januari 2026
......
Keterangan:
Sudahmaki’ baca kisah = Apakah Anda sudah
membaca kisah
Mauki’ saya ceritakan kisahnya? = Apakah
Anda mau saya ceritakan kisahnya?
Iye’, ceritakan mi = Ya, ceritakanlah
Jadi dia tegur ji itu tukang parkir? =
Jadi apakah dia tegur si tukang parkir itu
